Memuji Demokrasi Rakyat Amerika

American beauty terletak dalam institusi demokrasinya yang kuat, diantaranya eksistensi civil society yang berdaya.

Gerakan “I am Moslem, too” yang meluas ke seluruh penjuru Amerika dan gagalnya executive order Trump merefleksikan elemen rasionalitas yang kuat dan independensi peradilan di AS pada satu sisi dan di sisi lain, bangkitnya solidaritas kemanusiaan di kalangan rakyat Amerika dalam menjaga apa yang mereka sebut sebagai ‘American Values’.

Dua elemen tersebut dapat menjadi check and balances serta dalam banyak hal dapat mencegah penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dan terjaganya keseimbangan kekuasaan.

Kekuasaan (tanpa kontrol) dalam karakter generiknya cenderung korup dan bahkan merusak. Kata Ratu Saba’ dalam Al Qur’an: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan dan demikian pulalah apa yang akan mereka perbuat.”

Penguatan institusi demokrasi (independensi media, peradilan dan penguatan civil society) tidak pelak menjadi formula yang paling tepat dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan, terlebih dalam negara dengan institusi demokrasi yang masih lemah seperti Indonesia.

Eksploitasi lembaga dan aparatur negara untuk kepentingan politik penguasa seperti yang kita saksikan sekarang dapat dihindari dan lebih dari itu tidak boleh terjadi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *