Mengapa Arab Saudi dan Kawan-Kawan Menghindari KTT OKI?

Setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengundang para anggota OKI (Organisasi Konperensi Islam) untuk hadir dalam KTT Darurat tentang status Yerusalem di Istanbul, ternyata hanya 16 dari 57 kepala negara yanag hadir, tulis Quds Press, Rabu. Mereka ternyata hanya mengirim utusan dibawah level menteri, langkah yang tentu mengejutkan karena isu ini seharusnya menjadi inti problem Arab dan dunia Muslim. 

Analis politik Kuwait Ayed al Manna mengatakan bahwa beberapa negara tidak ingin hadir dalam acara yang juga dihadiri Qatar, sementara sebagian lainnya tidak ingin merusak hubungannya dengan AS. Mereka takut jika OKI akan mempermalukan Presiden AS Donald Trump atas keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. 

“Kami dapat memahami absennya Mesir karena posisi Presiden Turki atas kudeta militer di Mesir,” tutur Al Manaa,”Namun ketidakhadiran Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab sulit dipahami.” Meskipun, dia mencatat bahwa ini mungkin sebagiannya karena masalah Qatar yang menjadi alasan mengapa para pemimpin di negara-negara itu  tidak hadir dalam KTT di Kuwait.

Analis tersebut menunjukkan bahwa Arab Saudi menjadi tujuan pertama kunjungan luar negeri Trump setelah menjadi Presiden AS. “Kita juga harus tahu bahwa Mesir masih membutuhkan uang Amerika,” tambahnya.

KTT OKI dihadiri diantaranya kepala negara dari tiga negara Muslim terbesar, Indonesia, Pakistan dan Turki sebagai tuan rumah. Kehadiran negara-negara itu cukup menjadi legitimasi penting atas resolusi Aqsha yang dihasilkan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *