Menhan Israel: Perang Dengan Gaza Akan Menjadi Perang Terakhir

Menlu Israel Avigdor Lieberman bersumpah bahwa Gaza akan menjadi perang terakhir, dalam wawancaranya dengan koran Al Quds.

Wawancara tersebut juga banyak dikritik, dimana beberapa warga Palestina mengatakan bahwa koran tersebut seharusnya tidak menjadi corong bagi pandangan rasis Lieberman.

Lieberman mengklaim bahwa “kami tidak punya niat untuk memulai perang dengan tetangga kami di Jalur Gaza, Tepi Barat, Lebanon dan Suriah. Namun karena ada keinginan Jalur Gaza, seperti Iran, untuk menghapuskan negara Israel.”

Dia menambahkan: “Bahkan jika kita tidak ingin memulai konflik baru dengan mereka, jika mereka melakukan perang baru dengan Israel, maka ini akan menjadi perang terakhir mereka. Saya ingin menekankan ini akan menjadi perang terakhir bagi mereka karena kami akan benar-benar menghancurkan mereka.

Wawancara tersebut mengupas banyak hal, termasuk pandangan Lieberman bagi kesepakatan permanen dengan Palestina.

Lieberman menegaskan bahwa dia “menerima solusi dua negara dan saya pribadi mendukung solusi tersebut, namun “problem tersebut ada dalam kepemimpinan Palestina.” Katanya lagi, “saya tidak percaya dengan pendudukan cerdas dan lebih baik dua orang tersebut dipisahkan.”

Menjelaskan apa yang dia masuk dengan solusi dua negara, Lieberman mengatakan dia “percaya bahwa prinsip hak bukan berarti tanah untuk perdamaian, saya lebih suka pertukaran tanah dan penduduk.” Secara khusus, Lieberman menyatakan bahwa permukiman ilegal seperti “Ma’ale Adumim, Giv’at Ze’ev, Gush Etzion, dan Ariel” akan menjadi “bagian Israel dalam solusinya”. 

Dengan model Lieberman itu, penduduk Palestina Israel i di wilayah seperti Umm el Fahm akan menjadi negara Palestina di masa depan; orang-orang ini akan menyebut mereka sebagai Palestina maka “biarkan menjadi Palestina”, katanya. “Akan ada dua kediaman nasional”. Lieberman menandaskan,” satu Yahudi dan satu Palestina dan bukan negara Palestina dan negara dua kebangsaan.”

Menghadapi kenyataan bahwa “sulit untuk meyakinkan Palestina dan Israel menyetujui kesepakatan status terakhir”, Lieberman yakin bahwa “Langkah pertama untuk meyakinkan masyarakat bahwa ini mungkin dapat dilakukan melalui perbaikan serius situasi ekonomi dan memerangi pengangguran, kemiskinan dan frsutasi di masyarakat Palestina”.

Bagi Israel, “kami memberikan keamanan, tanpa terorisme dan pertumpahan darah selama periode waktu tertentu.”  Bagi Liberman, hanya setelah “tiga tahun kemajuan ekonomi yang serius bagi Palestina dan tiga tahun tanpa terorisme dan korban Israel” maka akan “ada kemungkinan membangun kepercayaan”.

Lieberman, dirinya adalah pemukim Tepi Barat, mengatakan kepada koran Al Quds: “saya punya banyak tetangga Palestina dan saya berbicara dengan orang-orang biasa, seperti para petani dan bukan  para pejabat politik.”

“Selama empat bulan terakhir, saya bertemu dengan sejumlah orang Palestina, khususnya para pebisnis, dan mereka senang dengan pertemuan tersebut. Saya bertanya kepada mereka tentang hambatan terbesar dalam mengembangkan ekonomi mereka, mereka secara terbuka mengatakan bahwa Abu Mazen dan mereka yang berada disekelilingnya adalah hambatan terbesar dalam membangun ekonomi.”

Lieberman mengatakan bahwa tidak perlu “memulai dari nol” dan oleh karena itu “kita pertama harus membangun kepercayaan dengan dua pihak, bukan antara pemimpin, namun dengan rakyat.” Dia menambahkan: “Problemnya tidak ada kepercayaan antara dua rakyat, dan hubungan antara dua pemimpin tidaklah cukup. Kami membutuhkan lebih banyak keamanan dan Palestina membutuhkan lebih banyak kesejahteraan.”

Menjelaskan tentang isu Jalur Gaza, Lieberman mengatakan Israel “akan menyetujui proyek Turki untuk listrik, air, penyulingan  dan penjernihan air. “Problemnya” katanya,“adalah Hamas telah menerima ratusan juta dollar sejak berkuasa, bukannya untuk menginvestasikan di proyek energi dan infrastruktur air, mereka gunakan untuk senjata.”

Ditanya apakah dia ingin berbicara dengan Hamas, Lieberman melanjutkan: “Saya tidak berbicara dengan orang yang pernyataannya setiap hari adalah kami membenci anda, kami ingin menghancurkan anda dan kami akan menghapuskan anda dari peta serta kami akan membuang anda ke laut, dan seterusnya.”

Dia menambahkan bahwa “sebelum Hamas mengambil alih Gaza, kota ini terbuka”, dan bahwa “ada perlintasan aman antara Gaza dan Judea dan Samaria (Tepi Barat).Ketika kami melihat bahwa mereka menghentikan terowongan dan penyelundupan roket, kami akan membuka area industri di Erez dan Karni. Kami akan berinvestasi di sektor laut dan bandara,”

Menyikapi perkembangan regional,  Lieberman menyatakan “kami tidak mempunyai permintaan khusus dari tetangga kami, Kami memberikan Sinai kepada Mesir, kami punya perjanjian damai dengan Yordania dan kami mempunyai hubungan diplomatik dengan Lebanon dan kami tidak punya permintaan apa-apa.”

“Musim Semi Arab atau Musim Gugur Arab benar-benar mengubah situasi di dunia Arab, dan kami tidak ada kaitan apapun dengan hal itu. 99 persen korban dan pertumpahan darah terjadi antar Muslim sendiri, dan bukan dengan Israel.”

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *