Merkel: Perjanjian Migran Menjadi Kepentingan Uni Eropa-Turki

Kanselir Jerman Angela Merkel menolak untuk menarik kebijakannya tentang pengungsi dan memujika kesepakatannya dengan Turki. Karena kebijakannya tersebut, partainya, Uni Kristen Demokrat (CDU) mengalami kekalahan dalam pemilu lokal.

“Perjanjian Turki dan Uni Eropa merupakan kepentingan kedua belah pihak,” kata Merkel, seraya menambahkan bahwa perjanjian tersebut menguntungkan Uni Eropa, Turki dan para pengungsi Suriah.

“Menjadi kewajiban kita untuk memerangi perdagangan dan penyelundupan orang. Karena perjanjian ini, hampir tidak ada orang lagi yang tenggelem di Laut Aegean,” tandasnya.

Menurut Merkel, perjanjian ini juga dapat menjadi model bagi perjanjian masa depana dengan Libya dan Tunisia.

Dibawah perjanjian tersebut, Ankara bersedia menampung para pengungsi yang tidak terdaftar dan sebagai konsesinya, Uni Eropa membantu menanggung pendanaannya dan memberlakukan rejim bebas visa kepada Turki di Uni Eropa.

Namun, penandatanganan perjanjian tersebut tertunda karena Uni Eropa memaksa Turki untuk merubah UU anti terornya, sebagai 72 persyaratan yang dituntut Eropa.

Sebaliknya, Ankara menolak mencabut UU tersebut dan menyebutnya UU tersebut dibutuhkan dalam menghadapi ancaman teroris Kurdi, kelompok ekstrimis ISIL dan FETO.

Merkel membela kebijakannya dan sebaliknya mengajak semua partai di Jerman untuk melawan kampanye partai anti imigran, AfD yang baru saja mengalahkan Merkel di basisnya, negara bagian Mecklenburg-Vorpommern. Partai Uni Kristen Demokrat hanya menduduki posisi ketiga.

Dalam pidato di parlemen, Merkel, “Semua dari kita harus menyadari bahwa AfD tidak hanya tantangan bagi Kristen Demokrat, namun juga setiap orang di dalam ruangan ini, karena kebijakan anti imigran partai ini mengancam nilai-nilai dalam masyarakat.”

Dalam pemilu kemarin, AfD sukses mengeksploitasi ketakutan atas masuknya sejuta pengungsi ke Jerman sehingga populer dan mendapatkan dukungan suara. Kini partai ini telah memiliki 9 perwakilan di 16 negara bagian dan diprediksikan akan masuk parlemen nasional tahun depan.

Merkel yang diharapkan maju untuk keempat kalinya dalam pemilu federal menyatakan bahwa pemerintah telah mencapai banyak kemajuan dalam menangani pengungsi, diantaranya membantu pemerintah daerah dalam membiayai pengungsi, memberlakukan UU integrasi dan mempercepat repatriasi pengungsi yang ditolak permohonannya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Menlu Bulgaria, Daniel Mitov yang mendesak perjanjian Turki-Uni Eropa harus segera direalisasikan.

Baca juga:  Survey: Islamophobia di Eropa Mencapai Tingkat yang Mengkhawatirkan (1)

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *