Mesir Terima Delegasi Houthi: Putar Haluan Dalam Konflik Yaman?

Menteri Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa delegasi dario Houthi Yaman akan mengunjungi Kairo dalam waktu dekat, seraya menandaskan bahwa kedatangan delegasi Houthi ini merupakan perintah presiden yang bertujuan memecahkan konflik yang terjadi di kawasan tersebut, termasyk di Suriah dan Yaman.

Sumber dari Middle East Transparent mengutip dari sumber diplomatik mengatakan bahwa alasan kemarahan Saudi atas Mesir karena munculnya kecurigaan intelejen Inggris bahwa Mesir secara rahasia terlibat dalam penyelundupan rudal misil (buatan China) ke pemberontak Houthi di Yaman.

Menurut sumber tersebut, hasil dari penyelidikan aktivitas penyelundupan rudal tersebut menyebutkan bahwa China telah menjual misil ke Iran, yang kemudian dikirim ke Houthi melalui Selat Bab el Mandeb yang dijaga Mesir. Hal ini tidak pelak menimbulkan kemarahan Saudi yang kemudian membalasnya dengan menghentikan ekspor minyaknya ke Mesir.

Pekan lalu, duta besar Saudi untuk Mesir pekan lalu bertolakย pulang ke Riyadh yang dianggap sebagai indikasi berakhirnya persekutuan Saudi dengan Mesir. Kepergian duta besar Saudi terjadi beberapa hari setelah Mesir mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang diprakarsai Rusia dan menolak rancangan resolusi Perancis yang didukung Saudi.

Pada 2013, Saudi mendukung secara politik dan finansial junta militer Abdel Fattah al Sisi yang menggulingkan pemerintahan Presiden Muhammad Mursi yang dipilih secara demokratis. Saudi beserta negara-negara Teluk, minus Qatar menggelontarkan dana tidak kurang 20 milyar dollar dan melakukan lobi ke negara-negara Eropa untuk menerima pemerintahan junta militer.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *