Mesir Minta Tunda Voting Dewan Keamanan Tentang Permukiman Ilegal Israel

Mesir menunda voting Dewan Keamanan PBB yang dijadwalkan hari ini atas resolusi yang menuntut Israel mengakhiri pembangunan permukiman ilegal mereka setelah PM Israel dan Presiden Terpilih Donald Trump mendesak Washington untuk memvetonya.

Presiden Abdel Fattah al Sisi meminta misi PBB Mesir di PBB untuk menunda pemungutan suara, yang memaksa Presiden Obama untuk memilih apakah tetap melindungi Israel dengan veto atau abstain atau sebaliknya mendukung resolusi tersebut.

Israel takut bahwa diakhir masa jabatannya, Presiden Obama akan bersikap tegas kepada Israel, disaat PM Netanyahu dan Trump mendesaknya untuk memveto resolusi tersebut.

Sisi mengajukan permintaan penundaan pemungutan suara atas permintaan Israel, ungkap dua sumber yang berbeda.

Setiap negara anggota Dewan Keamanan dapat merancang resolusi. Mesir sebagai anggota Dewan Keamanan PBB bekerjasama dengan Palestina menyusun draft resolusi tersebut.

Resolusi itu meminta Israel “segera dan seluruhnya menghentikan semua ativitas pembangunan permukiman di wilayah yang didudukinya, termasuk Yerusalem Timur.”

Kabinet keamanan Israel dijadwalkan melakukan rapat khusus untuk mendiskusikan masalah tersebut. Para pejabat Israel khawatir bahwa keluarnya resolusi tersebut akan memperkuat keinginan Palestina untuk mendorong adanya sanksi internasional atas Israel.

Di Beirut, Menteri Luar Negeri Perancis Jean March Ayrault mengatakan: “Pembangunan permukiman sepenuhnya melemahkan keadaaan di lapangan dan menciptakan banyak permasalahan. Pembangunan tersebut merusak solusi dua negara. Maka pernyataan ini merupakan penegasan kembali ketidaksetujuaan kami atas kebijakan ini.”

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *