Meski Kehujanan Pelajar Bogor Senang Bisa Sambut Raja Salman

Kedatangan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz al-Saud beserta rombongan ke Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3), disambut hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Bogor. Hujan mulai turun pukul 13.30 WIB, diawali gerimis. Selang beberapa menit hujan turun lebih deras dari sebelumnya, disertai guruh dan petir.

Di tengah guyuran hujan, ribuan pelajar dan warga yang sudah menantikan Raja Salman tetap bertahan sampai rombongan tamu negara masuk Istana Bogor. Kedatangan Raja Salman disambut antusias oleh warga Bogor. Mereka sudah memadati jalanan pusat kota sejak pukul 09.00 WIB. Padahal, rombongan baru tiba di Kota Bogor pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, cuaca Kota Bogor cukup cerah, tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. Sekitar pukul 13.00 WIB awan gelap mulai menyelimuti, hingga turun gerimis diiringi hujan lebat.

Pemerintah Kota Bogor mengerahkan 50 ribu pelajar untuk menyambut kedatangan Raja Salman dan rombongan. Sekitar 10 ribu guru yang akan mengiring perjalanan tamu negara kembali ke Jakarta.

Meski diguyur hujan, ribuan pelajar tetap antusias melambaikan tangan dan bendera dua negara. Mereka merasa tersanjung saat Raja Salman membuka jendela mobil dan melambai ke arah warga.

“Saya senang sekali, dan tidak sia-sia kita menunggu dari pagi dan hujan-hujanannya, bisa melihat Raja Salman lewat,” kata Fatimah, guru SMP Negeri 20 Cerai Ujung.

Menurut Fatimah, suasana penyambut Raja Salman berbeda saat kedatangan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe 31 Januari 2017 lalu ke Istana Bogor. “Waktu PM Jepang datang, tidak seperti ini, mobilnya saja jalannya cepat, tidak ada buka jendela apalagi melambaikan tangan,” kata Fatimah.

Selain itu, mobil iring-iringan juga berjalan lebih lambat, sehingga memberikan ruang bagi pelajar dan warga untuk melihat kedatangan Raja Salman sambil melambaikan tangan di tengah guyuran hujan.

“Tadi kita bisa melihat secara singkat raja saat melintas. Jadi senang rasanya, dan bahagia, mungkin karena ini raja Arab Saudi, sama-sama Muslim jadi ada hubungan emosional,” kata Siti Rukmana, guru lainnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *