Militan Pro UEA di Yaman Tingkatkan Serangan atas Partai Ishlah

Militan bentukan Aidarous Al Zubaidi, kepala Dewan Transisi Selatan yang didukung UEA (Uni Emirat Arab) telah meningkatkan serangan terhadap partai Ishlah yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin. 

Al Ishlalh, yang sebelumnya bersekutu dengan Al Zubaidi menghentikan aliansi dengan boneka UEA di Yaman Selatan menyusul rencananya membentuk negara Yaman Selatan. 

Pasukan Al Zubaidi telah meningkatkan serangannya terhadap partai Ishlah sejak blokade terhadap Qatar dimulai pada awal Juni. Salah satu alasan mengapa UEA, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir memboikot Qatar karena negara itu dituduh mendukung kelompok “teroris” Ikhwanul Muslimin dimana Al Ishlah berafiliasi. 

Pekan lalu, milisi yang loyal kepada UEA menangkap 11 pemimpin Al Ishlah, menyerang dua kantor besar dan membakar salah satunya. Pekan lalu, 8 dari 11 pemimpinnya dilepaskan. 

Menurut Al Jazeera, partai Al Ishlah sebagai partai utama di Yaman menentang bangkitnya Houthi dan mencoba menjaga jarak dengan Ikhwanul Muslimin untuk meredakan ketakutan Abu Dhabi tentang gerakan tersebut.

Al Jazeera melaporkan bahwa UEA melancarkan jaringan “tempat-tempat gelap” di Yaman Selatan dimana ratusan orang telah diculik oleh milisi lokal dukungannya. Media lokal melaporkan banyak dari mereka yang ditangkap adalah anggota Al Ishlah.

Al Ishlah menolak pemisahan Yaman Selatan seperti rencana UEA dan berkeinginan Yaman tetap bersatu dibawah pemerintahan Hadi pada Maret 2015. Dua tahun konflik, Emirar mendukung Dewan Transisi Yaman Selatan yang ingin memisahkan diri dari Yaman utara dibawah pemerintahan Hadi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *