Netanyahu Akan Berdiskusi dengan Trump Tentang Perjanjian Nuklir AS-Iran

PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia akan mendiskusikan dengan Donald Trump perihal perjanjian nuklir Barat dengan Iran yang dianggapnya buruk setelah diangkat sebagai presiden AS secara resmi.

Selama kampanye AS, Trump, kandidat Republik menyebut pakta nuklir AS dengan Iran tahun lalu sebagai bencana dan perjanjian terburuk yang pernah dicapai. Namun mantan pebisnis ini juga mengatakan sulit untuk membalikan perjanjian yang didukung oleh resolusi PBB ini.

“Israel berjanji mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Ini tidak boleh berubah dan tidak akan berubah. Setelah Presiden Trump diangkat, saya akan berbicara dengannya tentang apa yang seharusnya kita lakukan karena perjanjian yang buruk ini,” ungkap Netanyahu dalam Konperensi Saban Forum tentang Timur Tengah di Washington via satelit dari Yerusalem.

Netanyahu telah menjadi kritikus pedas perjanjian nuklir AS ini, salah satu warisan kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama. Namun dia tidak menahan diri menyerang pakta ini karena para perunding Israel dan AS sedang memfinalisasi paket bantuan militer AS untuk Israel selama 10 tahun.

Sebelum perjanjian nuklir, hubungan Netanyahu dengan Gedung Putih mengalami ketegangan dan memperingatkan Konggres AS pada 2015 tentang bahaya pakta tersebut.

Pemerintah Obama sebelumnya mempromosikan perjanjian tersebut sebagai cara menghentikan ambisi Teheran untuk mendapatkan senjata nuklir. Sebagai gantinya, Obama setuju untuk mencabut sanksi atas Iran. Iran membantah sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir.

“Saya menentang perjanjian tersebut karena tidak mencoba mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Perjanjian itu memberikan jalan bagi Iran untuk mendapatkan senjata nuklir,” kata Netanyahu dalam sesi tanya jawab.

Dibawah perjanjian tersebut, Iran bertekad untuk mengurangi jumlah centrifugalnya hingga dua pertiga, yang berarti mencegah tingkat pengayaan uranium yang bisa dilakukan Iran, angka yang dibutuhkan untuk pembuatan bahan bom, mengurangi simpanan uranium yang telah diperkaya dari 10 ribu kg menjadi 300 kg untuk 15 tahun, dan menyerahkan kepada inspeksi internasionalย untuk verifikasinya.

“Masalahnya bukan ย karena Iran akan melanggar perjanjiannya, namun Iran akan menjaganya karena setelah itu dapat berjalan sendiri dalam waktu 10 tahun kurang untuk melakukan pengayaan uranium dalam skala besar-besaran agar dapat membuat inti senjata nuklir,” ujar Netanyahu dalam forum tersebut.

“Maka problemnya adalah bagaimana menghadapi perjanjian ini sesuatu yang saya akan bicarakan setelah Presiden Trump berkantor.”

Netanyahu menelpon Trump setelah menang dalam pemilu pada Novembver dan mengatakan bahwa presiden yang terpilih tersebut telah mengundangnya ke AS pada kesempatan pertama. Keduanya pernah mengadakan pembicaraan di New York pada September.

Kata Netanyahu, “Trump memiliki visi yang jelas peran dominan Amerika di dunia. Saya kira dia tidak akan mengesampingkan dunia, saya tidak melihatnya seperti itu. Kenyataannya, hal yang sebaliknya yang akan terjadi.”

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *