OKI Segera Bersidang di Istanbul Respon Manuver Trump

Turki akan menyelenggarakan pertemuan darurat Organisasi Konferensi Islam (OKI), 13 Desember untuk membahas pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. 

OKI terdiri atas 57 negara Muslim dan pertemuan yang tidak terjadwalkan ini muncul setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan para pemimpin dari Malaysia, Tunisia, Iran, Qatar, Arab Saudi, Pakistan dan Indonesia, ujar juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin. 

Seperti diduga, Presiden AS Donald Trump pada akhirnya mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel Rabu dan sedang mempersiapkan langkah memindahkan kedutaan AS ke kota itu.

Kalin dalam konferensi Pers di Ankara mengatakan AS seharusnya mundur dari “kesalahan besarnya” atas status Yerusalem. 

“Status Yerusalem sekarang ini harus dipertahankan,” tambahnya. 

“Benar harus ada langkah yang diambil agar menceah kesalahan besar menjadi kota Yerusalem sebagai milik Israel.”

Peringatan Penting

Dia menjanjikan  presiden akan terus menekankan isu Palestina. 

Erdogan juga mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel jika AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Para pemimpin dunia secara aklamasi memperingatkan AS atas perubahan status Yerusalem. 

Kota tempat suci Muslim, Kristen dan Yahudi ini menjadi inti dari konflik Israel-Palestina, dimana rakyat Palestina menghendaki Yerusalem Timur yang dicaplok Israel pada 1967 menjadi  ibukotanya.

Selama kampanye, Trump berulang kali menjanjikan akan memindahkan ibukota AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibukota Israel yang abadi dan tidak terbagi. 

Keputusan itu akan membalikkan kebijakan Amerika selama puluhan tahun dan juga upaya untuk melanjutkan pembicaraan damai Israel-Palestina. 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *