Pariwisata Israel Dikritik Keras Setelah Sebut Tepi Barat Sebagai Yudea dan Samaria

Tempat kelahiran Nabi Isa AS dan makam Nabi Musa AS, keduanya berada di wilayah Tepi Barat yang dimasukkan dalam video promosi wisataย Israel mengundang kecaman. Kedua tempat tersebut yang masuk dalam “Areal C” menurut perjanjian Oslo 1993 merupakan wilayah yang berada dibawah kendali Palestina.

Namun penduduk asli Palestina dalam video tersebut sama sekali tidak disebutkan dalam video, hanya disebut sebagai wilayah Yudea dan Samaria versi Israel.

Video yang dirilis badan pariwisata Israel ini ingin menarik para turis asing mengunjungi Tepi Barat dan konon dalam rangka meningkatkan perekonomian di kawasan tersebut.

Hanya saja, video tersebut dikritik pedas karena tidak menyebutkan bahwa dua situs penting berada di wilayah kedaulatan Palestina seperti yang dimaksudkan dalam proposal dua negara.

“Apapun klaim Israel ini merupakan pelanggaran tidak hanya hukum internasional, namun juga kepatutan,” ujar Xavier Abu Eid, juru bicara PLO.

“Kami tidak meminta Israel mempromosikan Palestina,” tandas Eid. “Kami hanya ingin hak untuk mengatur negara kami sendiri.”

Dia menuduh departemen pariwisata Israel membuat video yang sama di masa lalu yang menggambarkan situs-situs Palestina sebagai milik Israel, namun dia yakin hal itu tidak mempengaruhi pandangan para pengunjung asing.

“Perbedaan besar antara Israel dan Palestina adalah bahwa kebanyakan situs yang mereka sebutkan masuk menjadi bagian wilayah kami secara struktur sosial,” katanya.

“Saya kira orang tidak akan terpedaya dengan propaganda murah yang mereka promosikan,” tutur Eid.

Menurut laporan PLO yang diterbitkan pada Maret, harapan awal bahwa perjanjian Oslo dapat mendorong turisme di kawasan ini dengan memberikan kesempatan otoritas Palestina bekerjasama denganย Israel tidak pernah terealisasi.

Laporan ini menegaskan bahwa hal ini terjadi karena adanya pembatasan atas pergerakan rakyat Palestina dan akses atas sumber dayanya di dua pertiga wilayah Tepi Barat yang masih berada di bawah kendali Israel berdasarkan isi perjanjian.

Badan pariwisata Israel tidak bersedia berkomentar ketika dikonfirmasi.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *