PBB: Yaman Hadapi Kehancuran Total

Kordinator kemanusiaan PBB Stephen O’Brien memberitahu kepada Dewan Keamanan bahwa Yaman sedang menghadapi “kehancuran total baik institusi, sosial maupun ekonomi” dan bahwa “tindakan tersebut  harus segera dilakukan”. 

Hampir 7 juta orang di Yaman berada di jurang kelaparan ketika negara itu terjerumus dalam perang saudara.

500 ribu orang mati karena merebaknya kolera dan 150 ribu lainnya dalam keadaan kritis dalam beberapa bulan kedepan.

Lebih dari 8000 ribu, kebanyakan rakyat sipil tewas sejak Maret 2015 dan 18,8 juta lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Rakyat Yaman menderita karena diamnya negara-negara besar, tandas O’Brien: “Rakyat Yaman menjadi korban penderitaan, penyakit dan kematian disaat masyarakat dunia hanya menyaksikannya. Krisis tidak datang, namun kini semakin membesar dibawah tatapan mata kita.”

Beri Bantuan Mereka atau Rakyat Yaman akan Mati

Sebelumnya PBB mengeluarkan ultimatum hari ini -jika negara-negara donor gagal menggelontorkan bantuannya kepada Afrika dan Yaman maka akan ada jutaan rakyat Yaman yang kelaparan atau mati.

Berdasarkan data dari badan pangan dunia, setiap 1o menit anak Yaman mati karena kelaparan.

“Kami akan terpaksa membuat keputusan penting siapa yang akan mendapatkan makanan dan siapa yang tidak,” kata David Beasly, kepala Badan Pangan Dunia (WPF).

“Ini bukan keputusan  yang kita inginkan, namun realitasnya keadaan darurat,” ujar Beasly di markas FAO di Jenewa.

Lebih dari 30 juta orang membutuhkan bantuan di Yaman, Sudan Selatan, Nigeria dan Somalia karena konflik dan kekeringan. Berbicara dari Jenewa, Beasly menandaskan bahwa kemampuan badan-badan PBB hanya sekitar 8,4 juta.

“Kematian mereka bukan hanya masalah statistik. Disini saudara, keluarga dan sahabat kami akan mati jika kita tidak membantu mereka,” tambahnya.

Badan Pangan Dunia (WPF)  sejauh ini hanya menerima 20 persen dari 2,8 milyar dollar yang dibutuhkan untuk menangani 4 krisis pada 2017.

Awal pekan ini, PBB mengumumkan dana 1,1 milyar dollar untuk menangani krisis di Yaman tahun ini.  Namun WPF sendiri membutuhkan 1,2 milyar sendiri, belum lagi badan-badan lain yang terlibat dalam upaya menangani krisis kemanusiaan tadi.

“Antara FAO dan WPF serta lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya, kami punya kekuatan, struktur logistik, teknologi untuk menjalankan aksi kemanusiaan tersebut. Namun yang kami butuhkan adalah sumber daya, karena jika tidak maka ini akan menjadi akhir dari konflik ini,” pintanya.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *