Pemerintah Fundamentalis Hindu Hancurkan Industri Daging Sapi

Monavvar Alam – India

Industri daging di India berada di jurang kehancuran. Dalam kenyataannya, ekonomi yang bersumber dari bisnis daging yang melibatkan banyak pengusaha Muslimi ini terancam oleh tindakan pemerintah sayap kanan India baik di tingkat pemerintah pusat maupun negara bagian. Dalam 2 bulan terakhir, beberapa negara bagian di India mencoba menerapkan larangan penyembelihan dan transportasi sapi di beberapa negara bagian. 

Pemerintah negara bagian Uttar Pradesh yang dipimpin Menteri Besar Yogi Adityanath yang baru saja terpilih menjadi garda depan dalam menjalankan kebijakan ini. Di semua wilayahnya, larangan tersebut diberlakukan secara tegas baik melalui aparat keamanan, termasuk polisi dan juga kelompok sipil fundamentalis Hindu yang menjadi pengawas sapo. Dari pelbagai kelompok ini, dua diantaranya paling aktif, yakni Federasi Hindu Dunia dan Brigade Muda Hindu yang keduanya diketuai Menteri Besar sendiri. 

Penutupan rumah penyembelihan Uttar Pradesh akan menyebabkan jutaan rakyat kehilangan pekerjaannya di negara bagian itu dan tentu akan berdampak kepada industri sejenis. Pelarangan ini juga akan mencekik kendati kecil namun menjadi penghasilan penting para petani miskin dan penjual daging eceran. Dengan penduduk 200 juta di Uttar Pradesh sama dengan penduduk Brazil atau 4 kali jumlah penduduk Inggris. Tidak pelak, ekonomi negara bagian ini akan berada dalam kondisi yang menyedihkan. Tindakan lebih jauh atas sumber kehidupan rakyat pada umumnya akan berdampak besar kepada mereka. 

Saat ini, Menteri Besar Uttar Pradesh dilaporkan telah memperingatkan pelbagai kelompok Hindu untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri di tengah bangkitnya kemarahan atas serangkaian tindakan kekerasan oleh para pelindung sapi dan para fundamentalis Hindu. Peringatan tersebut tidak berarti apa-apa sepanjang tidak ada penegakan hukum yang tegas terhadap para preman fundamentalis pelanggar hukum. Mereka kebanyakan tidak tersentuh oleh media. 

Politik sapi semacam itu sebenarnya bukan hal baru di India. Pelbagai kelompok kanan, termasuk Partai fundamentalis Bharatiya Janata (BJP) telah biasa menerapkan kebijakan yang menggunakan agenda politik yang merusak persatuan. Sapi dianggap suci oleh banyak orang Hindu. Dengan menggunakan isu ini, BJP memberlakukannya dalam kebijakan politik, termasuk seruan pelarangan penyembelihan binatang ternak. Pelbagai pernyataan para petinggi BJP telah mendorong tindakan kekerasan dari para konstituennya. Orang-orang dengan pentungan berkeliling melakukan kekerasan dan tindakan pelanggaran hukum atas dalih melindungi sapi. Jelas, targetnya adalah penduduk Muslim di mana saja yang paling aktif dalam perdagangan sapi dan menjadi konsumennya.

Pada awalnya, tindakan mereka akan terbatas kepada sapi dan rumah penyembelihan di Uttar Pradesh saja. Namun, dalam 48 jam sejak pemerintahan BJP berkuasa di sana, mereka mulai tindakan pemberangus semua rumah penyembelihan, termasuk bahkan daging kerbau, yang tidak pelak melanggar janji mereka sendiri dalam kampanye bahwa mereka akan “menutup rumah-rumah penyembelihan ilegal dan semua rumah penyembelihan yang menggunakan mesin.”

Dalam tahun keuangan 2015-2016, carabeef menjadi komoditas ekspor pertanian yang tertinggi di India, berkisar 26685,41 crore. Dibawah pemerintahan fundamentalis sekarang yang berupaya menutup rumah-rumah penyembelihan, maka unit ekspor di Uttar Pradesh tidak pelak berhenti. Jika rencana pemerintahan BJP yang disebutkan dalam manifesto pemilu mereka untuk menutup “semua rumah penyembelihan bermesin” dilakukan sekarang, maka tindakan tersebut akan berdampak kepada keseluruhan aspek unit ekspor daging dan selanjutnya berimplikasi pula kepada kejatuhan industri variannya di India. Padahal industri ekspor daging di India telah menjangkau di 65 negara, termasuk Malaysia, Mesir, Uni Emirat Arab jelas akan terancam oleh politik sapi ini. Kebijakan ini juga akan memiliki dampak kepada industri sampingannya seperti peternakan susu, pengepakan daging, peternakan dan industri kulit. 

Meskipun kebanyakan para pemimpin BJP hanya melakukan aspek perlindungan sapi dan mengklaimnya bahwa kampanye mereka pada dasarnya ditujukan dalam rangka mempertahankan hukum yang melarang penyembelihan sapi saja, namun jelas pelarangan ini didorong oleh agenda sektarian yang sempit dalam rangka melemahkan minoritas dan merusak ekonomi mereka. 

Dengan demikian, penyembelihan sapi telah dilarang di 29 negara bagian di India. Apa yang secara luas dikonsumsi di India adalah daging kerbau. Namun, di beberapa daerah daging sapi dijual. Khususnya di wilayah yang berbahasa Hindi, sentimen perlindungan sapi benar-benar keras diantara penduduk Hindu. Para pemimpin BJP  mencoba menggunakan sentimen ini untuk menjalakan agenda politiknya sendiri. 

 

Dengan para pemimpin partai berbicara terang-terangan atas isu ini dan memprovokasi perasaan masyarakat, maka seiring itu pula semakin banyak kelompok-kelompok pengawas sapi bermunculan, kebanyakannya terdiri atas pelbagai kelompok kriminal yang selalu siap untuk melakukan tindakan kekerasan atau merampas uang dengan mudah. Atas nama perlindungan sapi, mereka berdiri di pinggir jalan dan memaksa setiap kendaraan yang lewat untuk berhenti agar dapat diperiksa. Dalam proses tersebut, mereka menggeledah orang tidak berdosa dan setelah itu merampasi harta bendanya. 

Kelompok-kelompok ini juga memasuki toko-toko daging atau bahkan rumah-rumah orang atas dalih memeriksa daging disana. Selama berbulan-bulan, banyak toko penjual daging dan pakan hewan ternak diserang oleh kelompok-kelompok kriminal di Uttar Pradesh.

Dorongan pemerintah Uttar Pradesh benar-benar untuk menutup rumah pemotongan hewab, satu-satunya sumber dagaing untuk konsumsi domestik akan berdampak kepada rantai pasar secara keseluruhan yang terdiri atas para pekerja, penjual dan konsumen daging. Atas nama “ilegalitas”, tindakan masif mereka tidak hanya dilakukan dalam rangka menjatuhkan ekonomi minoritas Muslim, banyak dari mereka tergantung kepada sektor ini untuk mata pencahariannya, namun juga penghentian paksa konsumsi daging domestik karena adanya agenda tersembunyi sayap ideologi BJP, Rashtriya Swayamsewak Sangh. Kelompok fundamentalis inilah yang menentukan agenda politik keagamaan BJP.

Dari total ekspor daging kerbau, negara Uttar Pradesh sendiri memiliki saham 67 persen. Menurut data 2015, total daging kerbau yang diproduksi di negara ini, hampir 47 persennya untuk konsumsi domestik dan sisanya 53 persen untuk ekspor. 

Dengan sweeping pelarangan dan penghentian rumah penyembelihan di Uttar Pradesh yang sekarang tengah berjalan, maka seluruh rantai pasar untuk industri daging secara umum dan para petani kerbau pada khususnya juga sangat terdampak. Mereka tidak dapat lagi memiliki kesempatan untuk menjual hasil ternaknya. Pelarangan ini menjadikan hak dasar untuk kebutuhan pangan mereka mengalami ancaman serius. 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *