Pemerintah Fundamentalis India Semakin Mendekat ke Israel

Hubungan antara Israel dan India di bawah dua Perdana Menteri (PM) Sayap kanan yang anti Muslim semakin dekat ketika pemerintah Netanyahu mulai memperlonggar prosedur pengurusan visa bagi warga India.

Sebelumnya, India juga dilaporkan terlibat dalam latihan militer bersama dengan Israel. 

Sumber di Mumbai melaporkan bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu mencoba mendorong banyak orang India untuk mengunjungi Israel dengan menyederhanakan prosedur pendaftaran visa bagi para pengunjung dari anak benua ini. 

Pelonggaran prosedur visa ini melibatkan syarat yang lebih ringan bagi warga India yang telah mendapatkan visa dari negara-negara Schengen (Uni Eropa), AS, Kanada atau Australia dan pernah bepergian ke negara tersebut.

Menteri Pariwisata  Israel untuk India, Hassan Madah mengatakan: “Ini adalah inisiatif yang kami sedang kerjakan dengan Kementeriaan Dalam Negeri dan Kementeriaan Luar Negeri untuk  India dan saya senang melihat perubahan ini bagi pelawat India yang ingin bepergian ke Israel.”

Dia mengatakan bahwa pelonggaran visa tidak hanya akan menjadikan proses pengurusannya lebih cepat, namun juga meningkatkan kunjungan turis ke Israel juga. 

Pemerintahan fundamentalis India dikritik karena sikapnya yang tidak tegas terhadap keputusan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. 

India secara tradisional mendukung perjuangan Palestina. Para PM India sebelumnya, termasuk pendiri dan pemimpin India Mahatma Gandhi menentang negara Zionis yang meyakininya sebagai kekuatan kolonial. Pemimpin gerakan perlawanan nasional India ini menetang keras gagasan Inggris untuk memberikan tanah air Yahudi di Palestina. 

Dibawah Modi, India telah membuat pergeseran radikal dalam kebijakan luar negeri dan memprovokasi kalangan nasionalis Hindu yang dikenal karena sikapnya yang anti Muslim. Ikatan kedua PM dari dua negara ini digambarkan oleh para kritikus sebagai perkawinan politik dari dua figur fundamentalis yang dipengaruhi sikap rasisme dan kebencian.

Sikap ambigu Modi terhadap pengumuman Trump digambarkan oleh Nivedita Menon, profesor Universitas Jawarhal Nehru sebagai tanda bahwa pemimpin partai fundamentalis ini telah membalikkan sikap poliitk India atas Palestina.

“Ini tidak mengejutkan bahwa India tidak akan lagi mengatakan sesuatupun terhadap Israel karena ada hubungan kuat yang dibangun oleh dua pemimpin tadi,” ujar Menon .

Kedekatan pemerintah India sekarang ini ke Israel juga berkaitan dengan semakin meningkatkan Islamophobia dari kedua negara tersebut. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *