Penahanan Pendiri BDS Tunjukkan Kampanye Boikot Israel Menjadi Ancaman Strategis

Sudah sepekan otoritas Israel menahan Omar Barghouti, salah satu pendiri gerakan BDS (boikot, sanksi dan divestasi) di Palestina. Penahanannya sendiri merupakan tindak lanjut dari intimidasi dan ancaman bertahun-tahun terhadap dirinya oleh Israel. Jika tujuan penahanannya tersebut dalam rangka mengisolasi dan membungkam Barghouti, meskipun penahanannya sendiri dipandang kontra produktif dan gegabah, eksistensi BDS sebagai gerakan global yang diinspirasi oleh rakyat Palestina jelas tidak dapat dihentikan.

Meskipun presiden Israel Reuven Rivlin menggambarkan gerakan BDS pada Mei 2015 sebagai “ancaman strategis” saat dikampanyekan pada Juli 2015, namun para pejabat Israel menganggap kampanye tersebut sebagai langkah sia-sia untuk mencontoh langkah serupa yang pernah dilakukan masyarakat internasional untuk menekan rejim apartheid Afrika Selatan. Namun pengabaian tersebut tidak berlaku lagi.

Faktanya, Israel menghabiskan jutaan dollar setiap bulannya untuk mengumpulkan data dan menkonter aktivitas BDS di dalam dan luar negeri. Ini menunjukkan betapa seriusnya Israel menanggapi aksi ini.

“Dengan melakukan taktik represif dan intimidasi, Israel justru menciptakan kondisi yang sempurna bagi BDS untuk berkembang dan menarik perhatian dunia, karena mampu menyakinkan orang yang berpikiran terbuka atas kampanyenya.”

Kebijakan yang mengabaikan kebebasan dan HAM akan ditentang oleh nalar manusia.

Kini, mereka yang mendukung BDS didorong oleh nilai persamaan dan kejujuran, demikian pula pengakuan atas nilai-nilai kemanusiaan. Inilah mengapa mereka menolak persamaan hak dengan penduduk Palestina di Israel? Mengapa mereka menuntut diakhirnya penjajahan Israel atas wilayah-wilayah Palestina pada 1967, dan mengapa mereka meminta penduduk Palestina yang diusir Israel pada 1948 diijinkan kembali ke kampung halaman mereka. Tidak ada pandangan konspiratorial dan salah tentang ini. Pandangan ini adalah pandangan yang diterima masyarakat internasional.

Tidak ada yang lain, maka pengabaian terus menerus Israel atas hak rakyat Palestina jelas akan memperkuat gerakan BDS. Di setiap benua, kalangan minoritas, masyarakat yang tertindas, geraja, gerakan buruh dan organisasi HAM mendukung kampanye BDS ini karena mereka percaya langkah ini sebagai bagian menjaga keberlangsungan mereka.

Era ketika para bintang, selebriti dan tokoh olah raga memberikan dukungan buta terhadap Israel telah selesai. Kini, dukungan mereka bersyarat, mereka akan memberikan dukungan sepanjang Israel juga menghormati martabatย rakyat Palestina. ย Tidak ada lagi justifikasi moral dan hukum atas tindak diskriminasi mereka.

Meskipun keji, penahanan atas Omar Barghouti tidak dapat dihindarkan, bukan karena kegiatan kriminalnya, namun karena ancaman terus menerus yang diberikan kepadanya. Tahun lalu, Amnesti Internasional menyatakan keprihatinannya atas keselamatan Barghouti setelah sejumlah menteri Israel melontarkan ancamannya kepada Barghouti dalam konferensi anti BDS di Jerusalem 28 Maret lalu.

BDS MovementSalah satu ancaman menjijikan disampaikan Menteri Transportasi, Intelejen dan Energi Atom, Yisrael Katz, yang menyatakan bahwa Israel akan membinasakan sasaran-sasaran sipil dari para pemimpin BDS melalui tangan badan-badan intelejen mereka. Amnesti Internasional menyebut kalimat “sasaran pembunuhan”ย ini biasanya digunakan Israel untuk menghabisi kelompok bersenjata Palestina.

Komite Nasional (BNC) BDS tidak meragukan lagi bahwa motif penahanan tersebut merupakan bentuk represi. BNC menunjukkan bahwa penyelidikan yang berlangsung sekarang ini, termasuk diantaranya pelarangan berpergian, bukanlah suatu kebetulan, namun telah dipersiapkan sebelumnya sebelum Barghouti dijadwalkan pergi ke AS untuk menerima Penghargaan Perdamaian Gandhi bersama dengan Ralph Nader di Universitas Yale.

Pertanyaannya adalah apakah gerakan BDS tumbang karena penahanan atau pembunuhan Omar Barghouti? Tentu tidak. Persamaan HAM, politik dan hukum antara realitas Palestina dengan apa yang pernah terjadi di Afrika Selatan era apartheid jelas tidak akan dapat ditutup-tutupi dalam dunia yang beradab.

Kini, tidak ada tindakan apapun yang dilakukan Israel untuk memerangi BDS yang berhasil. Apakah itu melalui pelarangan para aktivisnya untuk masuk Palestina, atau pembuatan rencana jahat untuk mendeskriditkan para aktivisnya melalui pemenjaraan. Semua metode tersebut pernah dilakukan di Afrika Selatan yang terbukti tidak berhasil. Sebaliknya, mereka justru berhasil menarik lebih banyak perhatian karena tegaknya sistem apartheid yang keji.

Yakinlah hasilnya akan sama di Palestina dengan ada atau tidak adanya Omar Barghouti. Alih-alih, tindakan tersebut akan menjadikan dirinya semakin berkibar karena Israel mengakui bahwa BDS benar-benar telah menjadi ancaman setrategis bagi negara zionis tersebut.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *