Penasehat Khameini: Hizbullah Akan Tetap di Suriah

Penasehat kunci pemimpin tertinggi Iran Ali Khameini mengatakan bahwa milisi Syiah Hizbullah tidak akan meninggalkan Suirah meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Rusia dan Turki.

“Klaim bahwa Hizbullah akan meninggalkan Suriah adalah propaganda musuh,” tukas Ali Akbar Velayati dalam konferensi pers di Teheran. Velayati adalah mantan luar negeri Iran pada era 80-an yang dituding Argentina terlibat dalam pemboman kedutaan dan pusat budaya Israel di negara tersebut. Pemerintah Argentina mengeluarkan ‘red notice’ bagi mantan Menlu tersebut.

Velayati juga menambahkan bahwa pertemuan yang membahas masa depan Suriah akan diselenggarakan bulan ini di ibukota Kazakhstan, Astana.

“Mereka yang mencoba menjalankan proses negosiasi tanpa persetujuan pemerintah Suriah atau rakyat Suriah tidak diperbolehkan turut serta dalam perundingan,” ujarnya.

Seperti halnya Rusia, Iran menjadi pendukung aktif rejim Bashar al Assad dan bertempur di pihak pemerintah sejak 2011 melawan kelompok oposisi.

Selama 5 tahun, setidaknya ribuan pasukan Iran dan milisi Hizbullah tewas dalam pertempuran.

Komentar Velayati muncul menyusul pernyataan dari pelbagai kelompok oposisi Suriah bahwa mereka tidak akan turut serta dalam pembicaraan mendatangyang dipromotori Turki dan Rusia di Astana.

Dalam pernyataannya, kelompok oposisi menegaskan bahwa agresi yang terus dilakukan rejim Assad dan sekutunya merupakan pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata yang dimulai Jumat lalu.

Suriah terjerumus dalam perang saudara pada awal 2011 setelah rejim Assad membubarkan aksi demonstrasi damai menuntut pergantian kekuasaan dengan caraย brutal.

Sejak itu, lebih dari separuh penduduk Suriah tewas dan 10 juta lainnya mengungsi sebagai akibat konflik tersebut.

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *