Pengakuan Yerusalem Ibukota Israel oleh Trump akan Picu Kekerasan

Apapun langkah oleh AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel akan memantik kekerasan dan ekstrimisme, ujar Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Sabtu. 

Dia berbicara sehari setelah pejabat senior AS mengatakan akan Presiden Donald Trump mungkin akan membuat pengumuman pekan depan. 

Rakyat Palestina menuntut Yerusalem sebagai ibukota negara Palestina di masa depan dan masyarakat internasional tidak mengakui klaim Israel atas semua kota tersebut,tempat suci agama Muslim, Yahudi dan Kristen. 

Kata-kata Trump  tersebut melanggar sikap para presiden AS sebelumnya yang menegaskan bahwa status Yerusalem harus diputuskan berdasarkan negosiasi dan mengundang kritik keras otoritas Palestina.

“Sekarang ini kita mengatakan dengan jelas bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. Langkah tersebut tidak menjamin perdamaian dan stabilitas, namun memantik ekstrimisme dan kekerasan,” tegas Aboul Gheit dalam pernyataannya. 

“Langkah ini hanya akan menguntungkan Israel dan melawan perdamaian.”

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *