Pengepungan Kota Antiokhia oleh Pasukan Salib

Antiokhia adalah kota benteng dengan 450 menara pengintai. Tanpa menduduki Antiokhia maka pasukan Salib tidak dapat menguasai Yeruslaem.

Muslim yang harus berhadapan dengan kelompok Salin adalah bangsa Turki di Anatolia. Sultan Seljuk Kilij Arslan pada awalnya memenangkan beberapa kali pertempuan dengan pasukan Salib pertama yang hendak menyebarang wilayahnya. Namun, jumlah pasukan Salib terlalu banyak sehingga mereka tidak mampu menghadapinya. Ketika pasukan Salib pertama masuk Anatolia, mereka melakukan penjarahan di kawasan pedesaan untuk mendapat pasokan kebutuhan mereka, bahkan termasuk di wilayah yang dihuni mayoritas Kristen.

Pada 1097, pasukan Salib mencapai benteng kota Antiokhia, yang sekarang masuk wilayah Turki Selatan, dekat degan perbatasan Suriah dan kini bernama Antakya. Kota tersebut dijaga oleh amir Seljuk Yaghi Siyan beserta 6000 pasukannya. Normalnya, 6000 pasukan Turki melawan 30 ribu pasukan Salib jelas tidak seimbang. Namun kota ini hampir sulit ditaklukkan. Kota ini dikelilingi oleh tembok-tembok terkuat di dunia Islam, sungai, gunung dan lembah yang sempurna untuk perlindungan dari penyerang.

Pasukan Salib tiba di luar tembok kota pada 21 Oktober dan mulai pengepungan. Setelah menjarah sumber makanan di sekitar, pasukan Salib ย terpaksa mencari pasokan makanan di tempat lain, sehingga memberi jalan untuk penyerangan pasukan Muslim. Ketika mencari makanan pada 31 Desember 20 ribu pasukan Salib berhadapan dengan pasukan bantuan dari Duqaq di Damaskus yang sedang menuju ke Antiokhia dan berhasil mengalahkan mereka. Namun kali ini, suplai makanan mengalami krisis sehingg pada awal 1098, 1 dari 7 pasukan Salib mati kelaparan. Mereka banyak yang melarikan diri pada Januari.

Pasukan tambahan kedua kali ini dibawah komando Ridwan dari Aleppo menuju Antiokhia, tiba pada 9 Februari. Pasukan ini juga dikalahkan. Antiokhia pada akhirnya direbut pada 3 Juni, meskipun benteng utama masih berada dibawah kendali tentara Muslim. Kota Antiokhia adalah satu kota besar yang direbut pasukan Salib, ketika berhasil dikuasai, maka kota ini menjadi basis mereka untuk mengatur kembali pasukannnya sebelum merebut Yerusalem. Pada 1099, kota pada akhirnya dikuasai seluruhnya oleh pasukan Salib. Setelah mereka berhasil merebut kota-kota disepangjang rute menuju Yerusalem, mereka mendirikan 4 kerajaan di wilayah itu dan mengakhiri petualangan pasukan Salib pertama.

Kerbogha memulai pengepungan kedua, melawan pasukan Salib yang menduduki Antiokhia antara 7 Juni hingga 28 Juni 1098. Pengepungan kedua ini berakhir ketika pasukan Salib berhasil keluar bertempur dengan pasukan Kerbogha dan mengalahkannya. Karena pasukan Muslim berhasil dikalahkan maka mereka yang berada dibawah benteng utamapun menyerah.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *