Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Penjajah Israel Tutup Masjid Ibrahimi untuk Peringatan Hari Raya Yahudi

Penjajah Israel dalam standar Islam boleh jadi termasuk dalam kategori musuh yang bisa dan bahkan wajib diperangi.

Dalam praktiknya, Israel tidak hanya merampas tanah dan harta serta menindas rakyat Palestina, namun lebih jauh mereka melarang dan menghalang-halangi umat Islam menjalankan agamanya.

Penjajah Israel berhak untuk menutup dan membuka masjid untuk digunakan sebagai tempat ibadah kaum Muslimin sesuai dengan keinginan dan kepentingan mereka, termasuk memperingati hari keagamaan umat Yahudi.

Tindakan tersebut masuk dalam kategori yang disebutkan dalam Surat Al Baqarah:217,

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Baru-baru, penjajah Israel melarang kaum Muslimin untuk beribadah di Masjid Ibrahimi di kawasan Hebron selama enam hari selama hari libur Yahudi.

Seperti dikatakan pemimpin Masjid Ibrahimi, Hifzi Abu Sneineh, otoritas Israel memerintahkan kami menutup masjid hingga enam hari kedepan. Tindakan ini seperti dikatakan Abu Sneineh merupakan pelanggaran terang-terangan kebebasan menjalankan ibadah di tempat ibadah. “Ini adalah provokasi terhadap perasaaan kaum Muslimin,” ungkapnya.

Kembali menurut Abu Sneineh, selama Maret 2016, penjajah Israel setidaknya melakukan pelarangan kumandang adzan dari Masjid Ibrahimi sebanyak 51 kali.

Sejak 1994, seorang Yahudi radikal menyerang masjid dan menembaki jamaah shalat subuh yang mengakibatkan lusinan kaum Muslimin yang sedang menjalankan shalat berjamaah syahid. Israel secara paksa membagi wilayah masjid Ibrahimi, 45 persen untuk Muslim dan 55 persen lainnya untuk Yahudi.

Langkah serupa juga dilakukan atas Masjid suci Al Aqsha, penjajah Israel berupaya membagi kompleksย masjid suci ketiga Umat Islam ini menjadi tempat peribadatan umat Yahudi. Beberapa upaya tersebut dilakukan kelompok Yahudi yang didukung militer Israel untuk membangun kembali Kuil Sulaiman yang dirobohkan imperium Romawi pada 70 SM.

Pada 2000, Ariel Sharon pada 2000 melakukan kunjungan provokatif ke kompleks Masjidl Alqsha yang memicu pecahnya gelombang intifadha kedua yang merenggut ribuaan nyawa penduduk Palestina.

Kini upaya pendudukanย semakin intensif dibawah pemerintahan sayap kanan radikal PM Benyamin Netanyahu.ย Sejak bulan Agustus 2016, tercatat setidaknqibli-mosque-al-aqsaya terdapat 1898 kali serangan yang ditujukan kepada Masjidl Aqsha oleh para pemukim Yahudi yang dilindungi polisi Israel.

Pemimpin Islam di Israel, Syeikh Hussam Abu Lail menyerukan kepada penduduk Arab untuk melakukan kunjungan dan penjagaan atas Masjidil Aqsha.

“Ini adalah seruan darurat hari ini kepada para pria dan wanita untuk meningkatkan kunjungan ke Masjid Al Aqsha dan Yerusalem dan jangan meninggalkan Al Aqsha tanpa terjaga. Kami adalah perisai pelindung dan barisan terdepan perlindungan masjid suci ini.”

“Sepanjang ada diantara kita yang melawan rekayasa berbahaya ini, dan menjalankan tugasnya, maka tidak ada hari dimana kami akan menyerang Masjid al Aqsha dan bahkan satu butir tanahnya,” serunya.

 

 

 

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *