Perancis Mendesak Dibentuknya Pengadilan Kejahatan Perang di Aleppo

Perancis akan meminta Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) menyelidiki dugaan kejahatan perang yang dilakukan rejim Bashar Assad atas kota Aleppo Suriah.

Kota Aleppo yang diduduki pemberontak telah dikepung rejim Assad sejak September dan menjadi target gempuran udara brutal dari jet-jet tempur Rusia.

“Kita tidak menyetujui apa yang dilakukan Rusia di Aleppo. Perancis berupaya keras menyelamatkan penduduk Aleppo, hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Menlu Perancis Jean-March Ayrault, Senin.

Dia mengatakan bahwa Presiden Perancis Francois Hollande akan membicarakan kondisi di Aleppo ketika bertemu dengan koleganya, Vladimir Putin di Paris pada 19 Oktober.

“Jika Presiden memutuskan bertemy (dengan Putin), iniย bukan lagi pembicaraan basa-basi,” tandasnya.

 

Pasukan Suriah yang didukung Rusia dan Iran telah membuat banyak kemajuan dalam serangan dua pekan terakhir terhadap basis pasukan oposisi di Aleppo, menguasai wilayah utara dan memukul mundur pasukan oposisi di tengah kota.

Namun, distrik Sheikh Said jatuh ketangan koalisi pasukan oposisi setelah mereka mengirim pasukan tambahan memukul mundur milisi pro pemerintah.

Lebih dari 20 milisi Syiah Irak tewas dalam pertempuran.

 

Pembantaian di Aleppo

Sejak awal serangan militer rejim Assad pada 22 September, beberapa hari setelah gagalnya gencatan senjata yang diprakarsai AS dan Rusia, setidaknya 290 orang -mayoritasnya warga sipil,57 diantaranya anak-anak – tewas karena gempuran bertubi-tubi pesawat-pesawat tempur Rusia.

50 warga sipil, termasuk 9 anak-anak menemui ajal setelah pasukan Assad menggempur kota yang diduduki oposisi,

Sabtu, Rusia memveto ย resolusi yang diajukan Perancis yang menuntut diakhirinya segera gempuran udara dan penerbangan militer di atas Aleppo untuk memberi akses bantuan kemanusiaan di seluruh Suriah.

Sedikit harapan boleh jadi apa yang ditempuh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengumumkanย setelah pertemuan bilateralnya dengan Putin bahwa kedua negara akan semakin meningkatkan kontak militer dan bekerjasama mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Aleppo.

Sementara itu, Deputi Menteri Pertahanan ย Nikolai Pankov mengumumkan bahwaRusia akan membangun pangkalan militer permanen di Suriah.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *