Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Perang Menyeret Yaman dalam Bencana Kelaparan

Perang yang telah berlangsung selama 18 bulan di Yaman telah menyeret negeri itu dalam bencana kemanusiaan besar-besaran, karena separuh penduduknya menghadapi bencana kelaparan.

Setidaknya 10 ribu warga Yaman telah tewas dalam perang saudara yang berkecamuk di negeri itu, sementara jutaan lainnya terusir dari kampung halamannya.

Badan bantuan PBB memperingatkan bahwa 1,5 juta anak-anak Yaman akan mengalami kelaparan yang dapat merenggut jiwa.

Perang telah menyebabkan 370 ribu anak-anak Yaman mengalami malanutrisi, kondisi yang membutuhkan perawatan segera untuk mencegah kematian mereka, papar UNICEF pekan lalu.

Juru bicara Program Dunia untuk Makanan (WPF) PBB, Bettinea Lescher juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang semakin memburuk di negara semenanjung Arab ini.

“Sungguh ini situasi yang memilukan di lapangan. Ketika anda melihat para ibu yang tidak punya makanan dan melihat anak-anak mereka kelaparan. Ini akan melukai hati anda,” ungkapnya sedih.

Menurut laporan WPF, hampir separuh anak-anak Yaman menghadapi stunting (tubuh mengecil), situasi dinama anak-anak pendek umurnya karena mengalami malanutrisi kronis.

Sekitar 7 juta, warga Yaman mengalami kekurangan makanan dan kata Leuscher, kondisi tersebut semakin memburuk karena perang terus berlangsung.

Bahkan sebelum perangpun, Yaman menjadi salah satu negara dengan tingkat malanutrisi terburuk di dunia, papar laporan WPF.

Dalam laporan terbarunya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di negeri semakin memburuk setelah mewabahnya kolera.

Jumlah kasus yang terdampak kolera meningkat menjadi 1410 dalam tiga pekan sejak wabah tersebut diumumkan, ungkap WHO.

Badan itu membutuhkan 257 juta dollar untuk menyediakan bantuan makanan hingga Maret tahun depan.

Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan yang loyal kepada Presiden Abdul Rabbuh Mansur Hadi pecah pada September 2014, ketika milisi Houthi merebut kendali pemerintahan di Yaman lewat kudeta. Sejak itu, negara miskin tersebut terjerumus dalam perang sektarian yang berkepanjangan.

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *