Persekutuan Arab-Israel

*Ahmad Dzakirin

10 tahun lebih blokade Jalu Gaza oleh Israel dan Mesir pada satu sisi, dan di sisi lain, tuntutan Arab Saudi dan sekutunya kepada Qatar untuk menghentikan bantuannya kepada Hamas merefleksikan dua sisi koin “kepentingan bersama jangka panjang antara negara-negara Arab-Israel”

Apakah kepentingan bersama tersebut?

Pada sisi Israel:

Proses perampasan wilayah Palestina dan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem oleh Israel berjalan tanpa gangguan. Target terakhir adalah berakhirnya proposal Palestina merdeka.

Pada sisi Arab Saudi dan sekutunya:

Tidak ada lagi, gangguan dari gerakan Islam, seperti Ikhwanul Muslimun dan Hamas yang dianggap oleh para monarki Arab sebagai ancaman eksistensial (existensial threat) atas kekuasaan mereka pasca Arab Spring.

20 tahun kendali Hamas atas Jalur Gaza mengajari mereka bahwa gerakan ini tidak dapat ditundukkan dengan kekerasan, namun melalui konsentrasi blokade darat, laut dan udara dari Israel, Mesir pada satu sisi dan disisi lain, tuntutan Arab Saudi dan sekutunya bagi penghentian dukungan keuangan terhadap Hamas, mereka hendak melumpuhkan kehidupan di Gaza dan pemerintahan Hamas.

Kini, pasokan listrik diputus, gaji pegawai tidak dibayarkan dan 80 persen rakyat Gaza hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan. PBB menyatakan Jalur Gaza pada 2020 tidak dapat ditinggali lagi.

Sungguh persekutuan kejahatan yang sempurna.

 

*Pengamat dunia Islam

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *