PM Hungaria: Universitas Yang Dibiayai Soros Lakukan Penipuan

PM Hungaria Viktor Orban Jumat menuduh Universitas Budapest yang dibiayai George Soros  melakukan penipuan terhadap mahasiswa dan melanggar hukum.

“Menipu tetap menipu…tidak peduli anda milyader, anda tidak bisa bisa diatas hukum,” kata Orban selama wawancara dengan stasiun radio.

Universitas  Central European (CEU) yang didirkan pada 1991 setelah tumbangnya komunisme, sebagiannta didanai oleh Soros. Dalam pernyataannya, pihak universitas membantah tuduhan tersebut.

“Kami adalah pihak yang mematuhi hukum dalam menjalankan pendidikan tinggi selama 25 tahun dan pernyataan tersebut sebaliknya bohong,” rilis universitas.

Orban sendiri secara pribadi pernah menerima beasiswa dari Soros pada 1980-an untuk belajar di luar negeri.

PM dari sayap kanan ini telah menjadi penentang utama kebijakan imigrasi Uni Eropa dan menganggapnya hal itu sebagai ancaman bagi identitas Kristen Eropa.

Penentangannya terhadap Soros semakin tajam pada Kamis dengan pengajuan RUU yang akan memperketat peraturan atas universitas-universitas luar negeri yang beroperasi di Hungaria.

CEU yakin bahwa universitasnya menjadi target utama rencana Orban dan menyatakan keberadaan universitas mereka terancam dibawah pemerintah sayap kanan.

Orban mengatakan Jumat bahwa tujuannya untuk menghentikan universitas-universitas yang berasal dari luar Uni Eropa dalam rangka menghentikan penipuan terhadap mahasiswa.

Dia mengatakan pemerintah telah menyelidiki 28 institusi asing yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Beberapa universitas melakukan pelanggaran, termasuk universitas Soros,” katanya.

Orban berargumen bahwa CEU yang terdaftar di AS menikmati keuntungan yang tidak fair atas pelbagai universitas lokal karena dapat memberikan ijazah diploma Hungaria dan AS.

Peraturan baru tersebut akan melarang pemberian ijazah diploma Hungaria tanpa persetujuan internasional antar dua negara.

Institusi tersebut juga harus beroperasi di negara asal mereka.

Masa depan CEU, yang tidak memiliki kampus di AS “kini tergantung kepada persetujuan antara pemerintah Hungaria dengan AS,” tandasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *