PM Modi Angkat Pemimpin Anti Muslim sebagai Gubernur Uttar Pradesh

PM India Narendra Modi dari Partai Sayap Kanan Sabtu mengangkat seorang pemimpin kontroversial dan anti Muslim sebagai gubernur negara bagian yang padat, dimana partainya memenangkan pemilu pekan lalu.

Partai fundamentalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) menang mayoritas mutlak di negara bagian utara Uttar Pradesh, yang berpenduduk 22o juta jiwa dan dilihat sebagai barometer politik nasional, dimana kemenangan partai ini dianggap sebagai setengah jalan menuju posisi PM pada masa kepemimpinannya yang pertama.

Setelah 4 jam bertemu dengan para legislator lokal BJP, pemimpin senior partai ini M. Venkaiah Naidu memutuskan Yogi Adityanath yang 44 tahun sebagai Menteri Utama (Gubernur) Uttar Pradesh.

“Besok Yogi Adityanath akan diambil sumpahnya sebagai Gubernur,” ujar Naidu dalam konferensi pers.

5 kali menjabat sebagai anggota parlemen BJP, Adityanath adalah pemimpin populer di kalangan fundamentalis Hindu radikal yang dikenal memiliki retorika kebencian terhadap penduduk Muslim, yang mencakup 20 persen penduduk negara bagian tersebut.

Dua rumah pemotongan hewan ditutup oleh aparat keamanan, dua jam setelah Yogi Adityanath menjabat sebagai gubernur.

Dalam pidatonya ditengah kerumunan massa, dia mengatakan akan mengambil hak suara Muslim India dan menjadikan mereka sebagai warga negara kelas dua. Dia juga mengatakan: Masjid akan dialih-fungsikan sebagai kuil Hindu dan mengganti panggilan adzan di masjid dengan ‘Har Har Mahahdave’. Kelompok Hindu bersenjata kini berparade terbuka di jalanan. Dia juga pernah dikutip mengatakan: “Keluarkan para perempuan Muslim dari kuburanย mereka dan perkosalah mereka.”

Yang terbaru, dia memuji langkah Presiden AS Donald Trump yang melarang negara-negara Muslim masuk Amerika dengan mengatakan bahwa India harus mengambil langkah yang sama untuk mengatasi aksi terorisme.

Dia juga sering menyatakan kebencian atas pelbagai perpindahan, pernikahan dan dilaporkan berkali-kali ditahan dan dituduh dengan pelbagai dakwaan kriminal seperti kerusuhan, upaya pembunuhan dan melakukan vandalisme tempat-tempat pemakaman.

Munculnya pendeta Hindu yang menjadi politisi di Uttar Pradesh, negara yang rentan dengan kerusuhan sektarian ini mengejutkan banyak pihak setelah Modi sebelumnya menyatakan akan memfokuskan diri berkampanya di kawasan tersebut, wilayah yang secara tradisional terpecah karena kasta dan perbedaan agama.

Para pengamat masih mempertanyakan apakah Adityanath akan terus melanjutkan kampanye “Hindutva”, yang diartikan “sebagai ideologi Hinduisme” ketika menjabat gubernur.

Jurnalis senior Maliniย Parthasarathy dalam twitnya mengatakan bahwa “PM @narendramodi mengatakan bahwa pembangunan dan pertumbuhan menjadi agenda utamanya. Memperbolehkan fundamentalis Hindutva menjadi pemimpin negara bagian adalah kesalahan besar.”

Namun, BJIP memenangkan 312 dari total 402 kursi di Uttar Pradesh. Dengan kemenangan ini diperkirakan akan memberi jalan bagi Modi untuk pencalonannya yang kedua kali sebagai PM India pada pemilu 2019. Namun tidak diketahui apakah penunjukkan Adityanath akan memberi kekuatan atau sebagai faktor pelemah pencalonannya tersebut.

Secara umum, dominasi Modi hampir sulit ditumbangkan sejak dia memenangkan pemilu pada 2014ย dengan berjanji menyingkirkan korupsi dan memperbaiki ekonomi India.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *