Presiden Baru Perancis Tidak Akan Akui Palestina

Presiden terpilih Perancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa dia tidak akan mengakui Palestina sebagai negara karena akan merusak hubungan baik antara Israel dan Perancis. 

Dalam kampanyenya, Macron mengatakan dia mendukung solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina, namun dia tidak akan mengakui kemerdekaan Palestina karena akan menyebabkan instabilitas. Dia tidak akan merusak hubungannya dengan Israel hanya untuk memenuhi kepentingan rakyat Palestina. 

“Pengakuan sepihak Palestina sekarang akan merusak stabilitas,” katanya. 

Presiden baru Perancis akan tetap mempertahankan hubungan baiknya dengan Israel ketimbang mengakui hak rakyat Palestina.

Yahudi Perancis telah memilih Emmanuel Macron dalam putaran akhir pemilu presiden Perancis, meskipun tidak menganggapnya sebagai presiden impian mereka.

Seperti banyak pendukungnya yang lain, Macron, mantan bankir dan presiden termuda Perancis ini didukung kelompok Yahudi sebagai upaya membendung pesaingnya dari kubu ultra nasionalis, Marine Le Pen. Macron memperoleh 65 persen suara, sementara Le Pen 34 persen. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *