Rabbi Zionis Israel: Jangan Biarkan Orang Palestina Hidup

Rabbi (pemuka agama) senior Israel mengatakan bahwa Tel Aviv seharusnya membunuh orang-orang Palestina ketimbang menahannya. “Jangan beri kesampatan  mereka hidup” agar tercipta keamanan di wilayah pendudukan Palestina.

“Tentara Israel harus menghentikan menangkapi orang-orang Palestina, “ tulis Shmuel Eliayhu dalam status facebooknya, Selasa. “Seharusnya mereka mengeksekusinya dan tidak membiarkannya hidup, “ papar Palestine News Network.

Sebagai kepala rabbi di kota Safed, Eliyahu dikenal dengan komentar dan sikapnya yang rasis tentang Arab dan Muslim. Dia pernah mendesak pemerintah Israel  ‘balas dendam’ terhadap orang-orang Arab agar menimbulkan efek jera.

Dia juga menggambarkan Palestina sebagai musuh Israel dan mengatakan “mereka harus dihancurkan agar berakhir kekerasan.”

“Jika mereka tidak berhenti setelah kita membunuh 100, maka kita harus membunuh 1000 mereka. Dan jika mereka tidak berhenti dengan 1000, maka kita tidak berhenti untuk membunuh 100 ribu mereka, bahkan sejuta,” kutip Jerusalem Post pada 2007.

Pada 2012, dia didakwa karena pernyataan rasisnya. Dia  menyebut budaya Arab “kejam” dan orang-orang Arab biasa dengan tindakan kekerasan karena hal itu telah menjadi ideologinya.

Eliyahu juga menuduh orang-orang Arab mencuri peralatan pertanian dan memeras para petani Yahudi.

“Sesaat anda memberi kesempatan kepada orang-orang Arab, maka lima menit kemudian mereka mengambil apa saja yang mereka inginkan,” tukasnya.

Namun, kementerian kehakiman Israel mencabut dakwaan atas dirinya, dengan alasan para wartawan telah memanipulasi pernyataannya.

Di Desember 2015, Harian Jerusalem Post mengutip Eliyahu yang mengatakan, “Apakah kita akan membiarkan orang-orang Palestina hidup dan kemudian membebaskan mereka karena Mahmoud Abbas? Kenyataannya mereka masih ingin melakukan…serangan menunjukkan bahwa kita tidak bersikap cukup keras.”

Di halaman facebooknya, dia juga menyerukan hukuman kepada pasukan Israel yang membiarkan orang-orang Palestina bebas, “Kita tidak membiarkan orang-orang Palestina hidup setelah ditahan. Jika anda membiarkan dia hidup, akan ada kekhawatiran bahwa dia akan bebas dan kembali membunuh orang-orang kita. Kita harus menghabisi kejahatan yang ada dalam ketidaktegasan sikap kita.”

Pernyataannya Eliyahu menimbulkan ketegangan di seluruh wilayah pendudukan dalam bulan-bulan terakhir, terlebihs etelah Israel memberlakukan pembatasan para jamaah Palestina yang hendak memasuki kompleks Masjidil Aqsha di Yerusalem Timur sejak Agustus tahun lalu.

Lebih dari 160 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak yang tewas di tangan pasukan Israel sejak awal September tahun lalu.

 

sumber

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *