Raja Saudi Ultimatum Pakistan: Ikut Kita atau Qatar

Raja Arab Saudi, Salman Abdul Azis memberikan ultimatum PM Pakistan Nawaz Sharif untuk mendukung tindakan boikot terhadap Qatar. Salman seperti dilaporkan Expert Tribune mengancam, “Anda bersama kami atau Qatar?

Raja Salman mempertanyakan sikap Pakistan selama pertemuan antara dua pemimpin di Jeddah sebagai bagian upaya menemukan solusi diplomatik atas krisis Qatar. “Pakistan telah menegaskan kepada Arab Saudi bahwa negara tersebut tidak berpihak dalam krisis diplomatik yang terjadi di Timur Tengah setelah Riyadh mempertanyakan posisi Islamabad, ‘anda bersama kami atau Qatar,” ungkap koran tersebut.

Pakistan bersikap sangat hati-hati sejak Saudi dan negara-negara Teluk lainnya memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar. Namun, Saudi menuntut Pakistan berada di pihaknya. 

Mengutip sumber pejabat senior, yang mendapatkan pengarahan sebelum pembicaraan di istana kerajaan di Jeddah, Express Tribune mengatakan bahwa Pakistan tidak akan berpihak dalam insiden yang dapat memecah belah dunia Islam. “Namun dalam rangka menenangkan Arab Saudi, Pakistan bersedia menggunakan pengaruhnya atas Qatar agar bertindak meredam situasi,” ulas koran itu. 

Sharif berkunjung ke Jeddah ditemani oleh kepala angkatan bersenjata Pakistan Qamar Javed Bajwa dan para pejabat senior untuk mendiskusi situasi yang memburuk di Teluk. Pakistan berharap bahwa kunjungan PM Nawaz Sharif ke Jeddah dapat memberikan terobosan segera. 

Menurut pejabat tadi, Sharif sebaliknya mendesak dicarikannya resolusi segera atas krisis diplomatik di Teluk demi kepentingan seluruh umat Islam. 

Qatar Ajukan Gugatan Hukum

Sementara pelbagai kelompok di Qatar akan mengajukan  gugatan hukum terhadap sejumlah negara Teluk yang telah memblokade negaranya.

Kepala Komite HAM Qatar Ali bin Smaikh al Marri mengatakan organisasinya akan menyewa pengacara internasional untuk menaksir kerugian warga negaranya karena blokade negara-negara tetangganya.

Langkah negara-negara Teluk atas Qatar dapat dianggap sebagai “bentuk hukuman kolektif dan kejahatan internasional,” terang Al Marri.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman Senin lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena Doha mendukung terorisme. Mereka juga melakukan blokade darat, laut dan udara.

Deklarasi bersama mereka Kamis lalu juga menuduh 59 individu dan 12 lembaga kemanusiaan di Qatar “terkait terorisme”.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *