Rakyat Turki Sambut Kemenangan Referendum

 

Konstitusi baru yang disetujui rakyat Turki kini merubah negara itu dari sistem parlemen ke sistem presidensiil. Dengan sistem tersebut, maka presiden akan dipilih langsung pada 2019 dan mendapatkan kekuasan untuk mengangkat wakil presiden, para menteri dan hakim senior pengadilan.

Sistem ini juga memberika hak kepada presiden untuk membubarkan parlemen, mengeluarkan dekrit eksekutif dan memberlakukan keadaan darurat.

Sementara itu diluar markas besar AKP di Istanbul, Erdal Erdinc Durucu, 37 tahun mengatakan bahwa Erdogan telah memulai era baru bagi Turki dan mengakhiri era lainnya.

“Hingga hari ini, tangan kami terikat. Presiden kami telah mencoba melakukan banyak hal yang baik untuk kami. Namun kekuatan lainnya mencoba mencegahnya,” ujarnya.

“Upaya kudeta terbaru menjadi contoh terbaru tentang hal ini, Insya Allah, kami akan menggagalkan upaya mereka seperti lainnya…Turki siap memimpin dunia sekarang. Khilafah Usmani akan kembali.”

Pendukung lainnya, Yasemin Ozgen, ibu rumah tangga, 43 tahun mengatakan: “Hari baik telah datang. Dengan hasil ini, Turki akan berpisah dengan Eropa sebagai negara besar sendiri. Turki yang merdeka akan mengambil keputusannya sendiri dan menggunakan sumber dayanya sendiri.”

Kemenangan dalam referendum mengundang sentimen Uni Eropa. Sebelumnya, beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Belanda melarang para menteri Turki menyelenggarakan kampanye referendum di wilayah mereka.

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *