Rejim Al Sisi Mesir Dikecam atas Manuvernya Jelang Voting DK PBB

Manuver penarikan ย draft resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang mengecam permukiman ilegal Israel pada Rabu, sehari sebelum voting oleh Mesir mengundang kekecewaan pelbagai pihak.

Rakyat Palestina menyatakan kekecawaannya yang mendalam atas tindakan yang dipandang pengecut tersebut. Terlebih penarikan tersebut dilakukan setelah adanya serangkaian kontak antara Al Sisi dengan ย presiden terpilih AS Donald Trump.

Dalam pandangan mereka, tindakan Al Sisi memalukan dan tidak lebih muliaย dari sikap elegan Selandia Baru dan Senegal yang kemudian mengambil tanggung jawab sebagai sponsor resolusi sehingga disahkan pada Jumatnya. Akibat sikapnya, Israel menarik duta besarnya dari Selandia Baru dan Senegal serta membekukan semua kerjasama bantuan kepada negara di Afrika Tengah tersebut.

Draft resolusi PBB yang diusulkan Mesir sebelumnya menyatakan bahwa permukiman Israel “tidak sah” dan “merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional”.

Menlu Mesir Ahmed Abu Zaid beralasan bahwa penarikan tiba-tiba adalah sebagai upaya menghindari veto. “Mesir hendak memastikan bahwa tidak ada negara akan menggunakan vetonya untuk menggagagal reolsusi, terutama setelah presiden terpilih Donald Trump menyerukan pemerintah AS memveto resolusi,” ujarnya.

“Sementara juru bicara al Sisi mengatakan bahwa Al Sisi setuju untuk memberikan kesempatan kepada pemerintahan baru Trump untuk menangani isu Palestina, termasuk penyelesaian final dan menyeluruh,” tukasnya.

Resolusi yang menandaskan ketidakabsahan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan sejak 1967 kemudian diajukan kembali oleh Malaysia, Selandia Baru, Senegal dan Venezuela. Sebelumnya, 4 negara anggota DK Non Veto telah menanyakan keseriusan Mesir atas rencana resolusi, sebelum kemudian memutuskan mengambilalihnya tanpa keterlibatan Kairo.

Sementara para politisi Mesir mengecam manuver presiden menjelang voting tersebut sebagai “blunder” politik luar negeri Mesir.

Anggota Komite Eksekutif PLO Wasel Abu Yousef menyebut penundaan voting di PBB adalah kesalahan kalkulasi pemerintah Mesir, sementara rakyat Palestina sendiri meyakini sepenuhnya dukungan rakyat Mesir atas perjuangan Palestina.

Mesir dikecam pedas setelah menarik kembali resolusi, karena menjadiย satu-satunya negara Arab yang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Sebelum menarik diri sebagai sponsor, Mesir tahu bahwa draft resolusi tersebut telah disetujui dan diperkirakan AS tidak akan memveto draft resolusi tersebut.

Permukiman Israel menjadi penghambat utama upaya damai Palestina-Israel karena dibangun di bagian wilayah negara Palestina masa depan. PBB menganggap pembangunan tersebut ilegal. Para pejabat PBB melaporkan bahwa terjadi peningkatan besar-besaran pembangunan dalam beberapa bulan terakhir.

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *