Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Rejim Assad Gempur Oposisi Setelah Gencatan Senjata

Jet dan artileri berat menyerang kawasan pinggiran timur Damaskus Sabtu, sehari setelah gencatan senjata yang disponsori Rusia dicapai.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu bahwa kedua belah pihak, pemerintah Bashar Assad dengan kelompok utama perlawanan FSA, Failag al Rahman sepakat gencatan senjata pada pukul 18.00 waktu setempat. Kedua belah pihak menghentikan bentrok selama dua  bulan di kawasan Jobar dan dekat kota Ain Tarma. 

Juru bicara Failag al Rahman mengatakan artileri dan pesawat militer menggempur target baik Jobar, yang terletak 2 km dari timur dinding Kota Tua maupun dekat Tarma di pingir Ghouta timur setelah diberlakukan gencatan senjata. 

Wael Alwan, juru bicara gerakan ini mengatakan: “Setelah beberapa jam pertama, ada banyak pelanggaran, pada malam hari, mereka menjatuhkan bom barrel dan dari pegi menyerang Ghouta.”

Pasukan elit Bashar Assad dari divisi keempat berupaya merebut Jobar, namun gagal. Mereka membalas kekalahan tersebut dengan menggempur kawasan permukiman sehingga menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka. 

Moskow menandaskan bahwa gencatan senjata yang diumumkan bulan lalu di Ghouta timur kini melibatkan semua kelompok oposisi moderat di kawasan yang dikendalikan kalangan oposisi dari pinggiran kota Damaskus di sebelah timur maupun barat daya. 

Banyak pejuang oposisi menyambut gencatan senjata tersebut sebagi upaya menyalematkan warga sipil yang terluka karena serangan udara, hanya saja mereka skeptis dengan kesiapan Rusia memaksa pasukan Suriah berkomitmen atas penghentian eskalasi di wilayah konflik yang telah diumumkan. 

Balas Dendam Sebelum Penempatan Pasukan Rusia

Moskow mulai menempatkan polisi militer di beberapa tempat di seluruh Suriah seperti di bagian tenggara yang menjadi wilayah gencatan senjata. 

“Ini menunjukkan belum seriusnya Rusia untuk menekan rejim,” tutur Alwan. 

Failag al Rahman mengatakan bahwa gempuran yang dilakukan pasukan pemerintah dianggap sebagai upaya untuk menggagalkan gencatan senjata, diperbolehkannya bantuan kemanusian atas wilayah Ghouta dan pembebasan tahanan. 

Alwan mengatakan; “Tampaknya rejim ingin mengambil kesempatan untuk balas dendam karena kekalahan mereka selama menyerbut Ghouta sebelum  militer Rusia menempatkan pasukannya disana.”

Meskipun kalah jumlah dan minim persenjataan, para pemberontak membentengi pasukannya dengan terowongan-terowongan serta menjalankan taktik penyergapan untuk menahan upaya berulang pasukan pemerintah merebut basis ini. 

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *