Rejim Militer Mesir Rampas Dana 46 Orang yang Dituduh Anggota Ikhwanul Muslimin

Rejim militer Mesir merampas dana dari 46 individu dan 5 perusahaan karena dituduh terkait dengan Ikhwanul Muslimin yang dilarang.

Langkah perampasan sejauh ini telah menarget lebih dari 1370 orang dan 1125 lembaga yang dituduh memiliki keterkaitan dengan Ikhwanul Muslimin sejak tiga tahun lalu.

Komisi yang dibentuk rejim militer ini bertugas merampas dana tersebut dalam pernyataan persnya mengarakan bahwa mereka telah merampas aset Mohammed Abdel Gawwad, anggota Ikhwan dan mantan ketua sindikasi farmasi Mesir.

Komisi tidak menyebutkan nama-nama 46 orang yang telah dirampas junta militer ini.

Komisi ini juga merampas perusahaan farmasi  “Dana Masyarakat”  dan  sebuah asset properti karena dianggap memiliki keterkaitan dengan Ikhwanul Muslimin.

Pada akhir 2013, dua setelah presiden Muhammad Mursi digulingkan, junta militer Mesir mengeluarkan larangan terhadap Ikhwanul Muslimin dan mulai merampas semua aset yang dianggap memiliki keterkaiatan dengan  organisasi tersebut.

Seiring keluarnya larangan tersebut, rejim militer Mesir pada awal 2014 membentuk komisi untuk menyita asset, yang dinamakan “Komisi Penyitaan dan Pengaturan Dana Ikhwanul Muslimin”.

Pada Januari tahun ini, komisi telah mengumumkan telah menyita lebih dari 5,5 milyar Pound (atau sekitar 310 milyar dollar) dari harta milik individu, perusahaan dan LSM yang dianggap terkait dengan Ikhwanul Muslimin.

 

 

 

 

d.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *