Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Resep Mencegah Kudeta Seperti di Turki

*Talha Köse

Malam 15 Juli mungkin menjadi salah satu malam terpanjang dalam sejarah politik Turki. Junta dalam tubuh militer yang dikendalikan organisasi teror Gulenis (FETO) berupaya mengambilalih pemerintah serta membunuh Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Perdana Menteri Binali Yıldırım. Pesawat tempur yang dikontrol para pemberontak mengebom gedung parlemen, sementara kendaraan militer menembaki rakyat yang menentang kudeta.

Ini menjadi malam berdarah karena lebih dari 240 warga sipil terbunuh dan 1500 lainnya terluka. Kepemimpinan Presiden Erdogan, solidaritas rakyat dan perlawanan gagah berani rakyat Turki demikian pula tindakan aparat keamanan yang loyal kepada pemerintah serta respon media yang cepat  memainkan peran yang penting dalam menggagalkan upaya kudeta.

Disaat ancaman kudeta  mereda untuk sementara waktu, ada dua pertanyaan penting yang terus bergulir: Pertama, Bagaimana kita mengakhiri ancaman kudeta berdarah seperti kemarin? Kedua, Bagaimana kita mencegah kudeta lain? Jawaban ini saling terkait. Refleksi berikut ini mungkin dapat membantu mencegah kudeta di masa mendatang di Turki atau bahkan di tempat lain.

Jangan percaya “teman” dan “sekutu” anda di Barat; semua yang mereka inginkan adalah partner yang  taat, tidak perlu menjadi negara demokratis. Tidak menjadi masalah  Turki demokratis atau tidak selama Turki sejalan dengan kepentingan politik dan ekonomi Barat. Bagi mereka, lebih efisien dan efektif untuk bernegosiasi dengan pemerintahan lemah atau seorang diktator ketimbang bekerjasama dengan pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Mereka akan merusak citra pemimpin yang kuat seperti Erdoğan yang bekerja untuk kepentingan rakyat. Tuduhan oleh pelbagai media dan institusi besar diinginkan untuk  merusak citra pemimpin yang alot, seperti dirinya yang alot dalam bernegosiasi dengan pihak lain.

Jika fitnah media tidak cukup, maka laporan “LSM HAM” selanjutnya tersedia sebagai upaya tambahan untuk menekan Turki dan mendiskreditkan pemimpinnya. Opini publik Barat yang tidak suka pemimpin diktator, otokrat atau Islamis menjadi kata-kata ajaib yang sulit dilawan. Lebih sulit mengalahkan citra yang diciptakan oleh media Barat ketimbang melawan musuh-musuh anda dalam perang terbuka. Bersiaplah melawan semua tuduhan itu jika anda benar-benar ingin menolak keinginan mereka. Dan jangan lupa rekrut banyak teman di luar Eropa dan Amerika Utara, jika Barat tetap mendukung para pelaku kudeta.

Turki mengalami varian baru kudeta sebelum percobaan kudeta yang gagal bulan lalu. Upaya untuk menahan Kepala Badan Intelejen Turki (MIT) pada Februari 2013; Protes Gezi pada Juni 2013, dan penggagalam proses damai dengan Kurdi merupakan upaya lain untuk menumbangkan pemerintahan yang dipilih rakyat.

Erdoğan dan partainya ternyata lebih kokoh ketimbang plot yang telah mereka persiapkan. Hanya seja, setelah pelbagai upaya tersebut gagal; maka mereka melakukan cara yang lebih konvensional, yakni kudeta militer. Langkah ini menjadi tindakan putus asa kelompok Gulenis dan pemimpinnya Fethullah Gulen; langkah itu ternyata tidak selalu menjadi cara yang terbaik, khususnya dalam sistem demokrasi yang kuat. Maka, mendorong pemerintah lebih kuat dan mempersiapkan rakyat menghadapinya adalah langkah penting (menggagalkan kudeta). Pemilu, proses perdamaian, upaya mengurangi ketegangan sosial dan politik serta pertumbuhan ekonomi yang kuat akan menjadikan negara lebih siap menghadapi setiap kudeta. Meskipun ada perbedaan politik pada setiap lapisan masyarakat, namun mereka konsisten dengan sikap anti kudetanya. Mempertahankan kepercayaan kepada institusi demokrasi penting sebagai respon kolektif anti kudeta.

Polarisasi sosial dan politik akan beresiko di sepanjang waktu, dan lebih tinggi intensitasnya di masa krisis. Ketegangan etnik, sekte dan ideologi dapat memberi jalan bagi musuh-musuh Turki untuk mendestabilisasi masyarakat. Dampak Perang Saudara di Suriah, kegagalan proses damai dengan Kurdi dan semakin banyaknya serangan Daesh di kota-kota Turki telah meningkatkan ketegangan-ketegangan tersebut, namun pemimpin Turki berikutnya -pasca Erdogan- boleh jadi tidak siap menghadapi krisis semacam ini. Meningkatkan modal sosial dan kepercayaan dalam masyarakat pada saat polarisasi dengan demikian menjadi penting. Para pelaku kudeta mungkin akan mengalami kesulitan (menjalankan niat jahatnya) jika tidak terlampau banyak konflik dan ketegangan politik yang dapat dieksploitasi mereka.

Persamaan kesempatan dan penyediaan sarana dasar bagi mobilitas vertikal di masyarakat benar-benar penting untuk membatasi kemampuan rekrutmen  organisasi clasdestine seperti FETO. Saya tahu banyak orang menjadi loyalis gerakan ini karena ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik, posisi birokrasi dan promosi jabatan yang lebih cepat serta memanfaatkan jaringannya. Benar, bahwa jaringan FETO telah menyediakan banyak kesempatan kepada para anggota dan loyalisnya. Sebagaimana badan rahasia dan kelompok elit lainnya, mereka mengeksploitasi keinginan rakyat Turki untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Penyediaan kesempatan pendidikan yang bebas dan fair serta pemberlakuan sistem meritokrasi penting untuk mencegah gerakan seperti ini mengeksploitasi pelbagai kelemahan yang ada di masyarakat. Mekanisme dan institusi khusus dibutuhkan untuk meregulasi distribusi para pejabat senior di birokrasi militer dan sipil.

Regulasi dan pengawasan publik atas institusi negara sangat penting untuk mempertahankan efisiensi dan profesionalisme mereka. Ada jelas kegagalan sistem intelejen dalam memperingatkan secara dini kudeta Juli lalu. Reaksi terhadap junta militer juga hampir tidak ada pada malam kudeta 15 Juli. Standard profesional yang  tidak terpenuhi menunjukkan pentingnya kebutuhan proses pengambilan keputusan, manajemen SDM dan peregulasian proses performan pelbagai institusi tersebut, tidak hanya dalam hasilnya saja. patut dikaji dan dimonitor apakah institusi-institusi ini melayani kepentingan publik dan profesionalisme,   khususnya di sektor keamanan, komunitas intelejen dan peradilan karena hampir tidak ada pengawasan dan regulasi yang memadai untuk meningkatkan efisiensi dan mempertahankan standard profesional.  Badan regulator seperti ini dapat meningkatkan efektivitas  pelbagai institusi terseebut; sektor keamanan tidak dapat dikecualikan dari pengawasan profesional.

Tidak mungkin dapat mengalahkan gerakan FETO dengan hanya memfokuskan kepada infrastruktur institusional. Penting juga untuk mengalahkan sistem dan keyakinan mesianistik gerakan ini. Aspek material dan dukungan internasional adalah aspek sekunder bagi pemimpin dan doktrin mereka. Karena pandangan mesianistik dan apokaliptik mereka tidak menganggap bahwa pembersihan birokrasi negara sebagai kekalahan puncak mereka. Ketika para pemimpin dan anggotanya tetap meyakini pandangan itu maka mereka sewaktu-waktu akan bangkit dan mengendalikan Turki dan bahkan dunia.

Para loyalis Fethulah Gulen percaya bahwa mereka berada dalam sisi sejarah yang lurus dan beranggapan siapapun yang menghalanginya ditakdirkan gagal. Maka, menjadi sulit untuk meyakinkan hal yang sebaliknya. Dengan menggunakan teks dan sumber-sumber Islam, Fethullah Gülen memformulasi  narasi mesianistik, yang hampir sulit diluruskan ataupun dikalahkan. Kementerian Agama Turki Diyanet, para ulama dan pakar sosial perlu untuk menangani pemahaman keagamaan dan ide Fethullah Gulen ini.

Pelbagai faktor yang disebutkan diatas mungkin tidak  mengesampingkan ancaman kudeta militer yang lain sama sekali. Namun, hal itu jelas dapat mengurangi resiko ancaman kudeta dan menjamin pelbagai upaya untuk menggasir demokrasi gagal.

 

*Sumber

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *