Rusia Diduga Kerahkan Pasukan Khusus di Mesir

Rusia tampaknya telah menempatkan pasukan khususnya di pangkalan udara Mesir bagian barat yang berbatasan dengan Libya, ungkap sumber diplomatik Mesir dan Barat. Langkah yang diprediksikan akan mengundang kecemasan AS atas keterlibatan Moskow dalam konflik di Libya.

Para pejabat AS mengatakan bahwa pengerahan pasukan Rusia boleh jadi menjadi bagian dukungan negara tersebut atas komandan militer Libya, Khlaifa Haftar, yang sempat mengalami kemunduran pasca serangan 3 Maret oleh Brigade Pertahanan Militer untukย memperebutkan kendali atas pelabuhan yang dikuasai pasukannya sebelumnya.

Para pejabat AS yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan AS telah mengawasi apa yang disebut sebagai pergerakan pasukan khusus Rusia dan pesawat tanpa awak mereka di Sidi Barrani, sekitar 100 km dari perbatasan.

Sumber pasukan keamanan Mesir menjelaskan kedatangan unit pasukan khusus Rusia, namun menolak berkomentar lebih jauh. Mereka juga menggunakan pangkalan militer Mesir di timur Marsha Matrouh di awal Februari.

Sementara itu, Mesir membantah kedatangan pasukan Rusia di wilayahnya.

“Tidak ada kehadiran pasukan asing di tanah Mesir. Ini adalah masalah kedaulatan,” ungkap juru bicara militer, Tamer al Rifai.

Pesawat militer Rusia menerbangkan 6 unit militer ke Marsha Matrouh sebelum kemudian pesawat tersebut melanjutkan perjalanannya ke Libya 10 hari lalu, ungkap sumber di Mesir.

Beberapa negara Barat, termasuk AS telah menempatkan pasukan khusus dan penasehat militernya di Libya selama dua tahun terakhir. Militer AS juga melakukan serangkaian serangan udara untuk mendukung kampanye Libya mengusir Daesh dari basisnya di kota Sirte.

Pertanyaan tentang peran Rusia di negara Afrika Utara itu mengundang kekhwatiran Washington bahwa Moskow sedang mengincar negeri kaya minyak ini.

Pemerintah Libya dukungan PBB di Tripoli sedang berhadapan dengan Haftar, sementara para pejabat Rusia mengaku telah bertemu dengan kedua belah pihak. Tampaknya, Moskow lebih mendukung Haftar dan mengkhawatirkan adanya intervensi Rusia seperti di Suriah.

Pasukan Rusida dan beberapa kontraktor keamanan swastanya telah beroperasi hingga Februari di sebagian wilayah Libya yang dibawah kendali Haftar.

Komandan tinggi militer AS, Jenderal Thomas Waldhauser di depan Senat menyatakan bahwa Rusia berniat untuk menanam pengaruhnya di Libya dan semakin memperkuat posisi kekuasaannya.

Ketika ditanya apakah hal tersebut dibiarkan terjadi. Waldhauser menjawab “tidak”.

Seorang pejabat intelejen AS mengatakan bahwa tujuan Rusia di Libya tampaknya sebagai upaya untuk mendapatkan kembali posisi Libya sebagi sekutu Rusia seperti pada era Gaddafi.

Pengaruh Rusia atas Haftar, yang sangat membenci kelompok Islamis ini sepertinya akan membawa model yang sama dengan skenario di Suriah.

Ketika ditanya senator AS Lindsey Graham apakah Rusia mencoba melakukan hal yang sama di Libya, seperti di Suriah, Wauldhauser,“Ya, kurang lebihnya sama.”

Seorang diplomat Barat menyatakan bahwa dukungan Rusia atas Haftar didorong oleh kepentingan minyaknya.

“Jelas bahwa Mesir sedang memfasilitasi keterlibatan Rusia di Libya dengan penggunaan beberapa pangkalannya. Ada pelatihan yang terjadi disana sekarang,” beber diplomat tersebut.

Mesir mencoba memulihkan kembali penerbangan Rusia di Mesir, yang dibekukan pasca diledakkannya pesawat penumpang Rusia oleh cabang Daesh di Sinai Utara pada Oktober 2015.

Rusia menyatakan tujuan utama keterlibatanya di Timur Tengah adalah untuk mencegah penyebaran kelompok jihadis.

Menlu Rusia Sergei Lavrov berjanji untuk membantu mempersatukan Libya dan menyelenggarakan dialog ketika bertemu dengan pemerintahan Libya yang didukung PBB.

Pada saat bersamaan, Rusia juga memperat kerjasama dengan Mesir yang pernah terjadi dengan Uni Soviet dari 1956-1972.

Dua negara untuk pertama kalinya melakukan latihan militer gabungan pada Oktober tahun lalu.

Koran Rusia Izvestia memberitakan bahwa ada pembicaraan antara Mesir dengan Moskow untuk membuka atau menyewakan pangkalan militernya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *