Salahkan Pakistan atas Kegagalannya di Afghanistan, Trump Ancam Hentikan Bantuan

Pakistan membantah tuduhan Presiden AS Donald Trumpp bahwa Pakistan menipu dan memberikan perlindungan kepada AS via twitter. 

Dalam twit pertamanya di awal tahun, Trump mengancam menghentikan bantuan kepada Pakistan karena dituduh berbohong kepada AS dan tidak banyak membantu memburu teroris di Afghanistan. 

“AS telah bodoh memberikan lebih dari 33 milyar dollar dalam 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberi kita apa-apa kecuali kebohongan dan penipuan, menganggap para pemimpin kita orang bodoh,” kata Trump.

“Mereka memberi tempat perlindungan kepada para teroris yang kita buru di Afghanistan, sedikit bantuan, tidak lagi,” twitnya.

Dalam tanggapannya, Shahid Khaqan Abbasi, PM Pakistan mengundang pertemuan Komite Dewan Nasional (NSC), yang terdiri atas kepala staff angkatan bersenjata, kepala intelejen dan para menteri lainnya untuk mendiskusikan tindakan berikutnya.

Menyusul pertemuan tersebut, NSC menyatakan “kekecewaan yang mendalam” atas pernyataan Trump tadi. 

Dalam pernyataan tersebut, “Pemimpin AS benar-benar tidak paham karena mereka jelas-jelas mempertentangkan fakta, sangat tidak sensitif atas kepercayaan diantara dua bangsa yang telah terbangun bergenerasi dan menegasikan puluhan tahun pengorbanan yang dilakukan oleh bangsa Pakistan.”

Tanggapan NRC muncul setelah Khawaja Asif, Menlu Pakistan mengatakan Trump mencoba menyalahkan Pakistan karena kegagalan AS memenangkan perang di Afghanistan.

“Trump kecewa atas kekalahan AS di Afghanistan dan itu adalah satu-satunya alasan dia mengarahkan tuduhannya kepada Pakistan,” ujar Asif.

“Kami telah katakan kepada AS bahwa kami tidak akan bertindak lebih jauh, maka “tidak lagi”nya Trump tidak penting.”

Dia mengatakan: “Pakistan siap mempublikasikan setiap detail bantuan yang diterima dari AS.”

Di tempat terpisah, Khurram Dastagir, Menhan Pakistan bertekad akan mempertahankan kedaulatan negaranya. 

Kemenlu Pakistan memanggil duta besar AS di Islamabad Senin dan mengajukan protes atas twit Trump.

Dalam twitnya, Kementerian Pertahanan Pakistan mengatakan sebagai sekutu anti teror AS, Pakistan telah memberikan AS kebebasan komunikasi di darat dan udara, pangkalan militer dan kerjasama intelejen yang menghancurkan Al Qaeda dalam 16 tahun, namun mereka tidak memberi apa-apa. Mereka mengamati tempat perlindungan perbatasan yang membunuh banyak warga Pakistan.

Hubungan Permusuhan
Hubungan antara AS dan Pakistan memburuk sejak pemerintah Trump mengambil kebijakan keras di Afghanistan.
Kamis lalu, militer Pakistan memperingatkan AS untuk tidak mengambil kebijakan sendiri atas pelbagai kelompok bersenjata di wilayahnya. 

Selama kunjungan dadakan ke pangkalan terbesar AS di Afghanistan pada Desember, Wapres AS Mike Pence mengatakan “Trump mengamat-amati Pakistan.”

Apa yang Diinginkan AS dari Pakistan?

Kemenlu Pakistan bereaksi dengan mengatakan “sekutu tidak saling mengamati” dan menyerukan untuk fokus menciptakan “perdamaian dan rekonsiliasi.”

“Hari-Hari Gelap Kedepan”

Zahid Hussein, analis keamanan mengatakan bahwa pesan kasar Trump tidak mengejutkan. 

“Kami telah melihat hubungan antara Washington dan Islamabad telah merenggang beberapa saat dan mereka menjadi semakin bermusuhan sekarang,” katanya.

Dia melihat retorika kasar Trump dan tekanan AS terhadap Pakistan merefleksikan frustasi AS yang gagal menegakkan stabilitas di Afghanistan lebih dari 16 tahun konflik. 

Michael Kugelman, analis Program Asia di Woodrow Wilson Center di Washington menyebut twit Trump sangat tidak diplomatik, namun memperkirakan bahwa “retorika kasarnya dimaksudkan sebagai peringatan atas kebijakan lainnya yang lebih keras, seperti pemotongan bantuan militer yang signifikan.”

“Kedua belah pihak saling ancang-ancang, AS menuntut Pakistan bertindak lebih, namun Pakistan tidak mau. Ini tidak pelak menimbulkan tabrakan, dan akan ada hari-hari gelap kedepan.”

Berkomentar atas angka 33 milyar dollar dalam 15 tahun terakhi, Asif, Menhan mengatakan: “Jika kita hitung, angka itu termasuk pelayanan yang harus dibayarkan.”

Dari dana yang diberikan kepada Pakistan, angka yang besar diberikan untuk Dana Dukungan Koalisi (CSF), yang merupakan pembayaran atas biaya yang dikeluarkan Pakistan karena terlibat dalam perang anti teror yang dipimpin AS dan dukungan kepada AS dalam operasi di Afghanistan. 

Sejak 2001, AS telah menyetujui 33 milyar dollar kepada Pakistan. 

Dari dana itu, total bantuan AS yang dialokasikan kepada Pakistan sejak 2001 adalah 19,345 milyar dollar. 

Total bantuan yang benar-benar dicairkan selama periode itu berkisar 14,788 milyar. 

Pada Agustus, AS mengatakan menahan sekitar 255 juta dollar bantuan militer kepada Pakistan hingga negara itu benar-benar meningkatkan upayanya untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris di dalam negeri. 

Hussain, analis keamanan mengatakan pemotongan bantuan ke Pakistan oleh pemerintah Trump tidak akan berdampak signifikan dalam ekonomi negara itu. 

“Ada masa sulit memang karena berhentinya bantuan tadi,” katanya, “Namun tidak akan menyebabkan kejatuhan ekonomi Pakistan.”

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *