Saudi Tangkap Orang Terkaya Kedua Setelah Al Waleed

Otoritas Saudi telah menangkap Mohammed Hussein al Amoudi, berkewarganegaraan ganda, Saudi dan Ethiopia. Dia dianggap sebagai orang terkaya kedua di Saudi, setelah Pangeran Al Waleed bin Talal.

Penahanan Al Amoudi akan berpotensi mendestabilisasi ekonomi sebuah negara menurut Middle East Eye.

Al Amoudi, yang dipanggil Syeikh berinvestasi hampir di semua sektor ekonomi Ethiopia, diantaranya perhotelan, pertanian dan astrologi.

Berdasarkan bocoran kawat diplomatik dari 2008 “pengaruh Syeikh dalam ekonomi Ethiopia tidak dapat diremehkan.”

Hampir dalam 10 tahun sejak 10 tahun, kendati tidak diketahui secara pasti nilai investasi di negara itu, namun diperkirakan mencapai 3,4 milyar dollar atau senilai 4,7 persen GDP Ethiopia.

Perusahaan Al Amoudi memperkerjakan sekitar 100 ribu pegawai, yang mewakili 14 persen sektor swasta Ethiopia, menurut Survey Tenaga Kerja 2013. Namun analis Bank Dunia memperkirakan angka ini terus naik selama 4 tahun terakhir karena sektor ini terhitung berkembang pesat.

Pemberitaan Al Amoudi menempati banyak halaman depan surat kabar di Ethiopia sejak penahanannya. Pelbagai media massa meliput penangkapannya, termasuk rumor di media-media sosial di seputar penangkapannya.

“Ada kepanikan,” kata Henok Gabisa, peneliti tamu Ethipia di Universitas Leeย Virginia, AS.

Dalam beberapa hari setelah penangkapan Al Amoudi, PM Ethiopia Hailemmariam Desalegn perlu melakukan konferensi pers. Selama konferensi, dia menjawab pertanyaan terkait Al Amoudi dan menekankan bahwa pemerintah tidak yakin jika penangkapan tersebut berdampak kepada investasi Al Amoudi di Ethiopia.

Otoritas Investasi Erhipia menolak anggapan bahwa penahanan Al Amoudi menimbulkan kekacauan dalam pemerintahan. “Ekonomi satu negara tidak berdasar satu investor. Demi Tuhan, kita negara berpenduduk 100 juta, bagaimana kita tergantung kepada satu investasi? Ini lucu,” tandasnya.

“Investasi diluar Saudi yang dimiliki oleh Syeikh tidak terdampak oleh kejadian ini,” kata Tim Pendry, juru bicara Al Amoudi di Inggris.

Meskipun mereka mengakui bahwa orang-orang China banyak berinvestasi di Ethiopia sehingga lebih berpotensi resiko ketimbang investasi Al Amoudi, namun menurut analis tetap akan memiliki resiko di masa depan. Konflik di Arab Saudi akan berdampak kepada ekonomi Ethiopia.

Dr Awol Allo, dosen hukum di Universitas Keele mengatakan: “Dia adalah orang yang kehadiran atau absennya dapat berdampak kepada ekonomi negara.”

“Dia punya pengaruh dan problem tersebut terkait dengan investasinya di negara itu karena kedudukannya yang penting,” pungkasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *