Senegal Bela Sikapnya dalam Voting di DK PBB

Senegal Ahad kemarin membela keputusannya dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB yang menuntut dihentikannya permukiman Israel di wilayah Palestina, setelah Israel memanggil pulang duta besarnya dari Dakar dan menunda program bantuannya.

“Posisi Senegal layak dipuji. Komunitas internasional menyambut positif pendirian Senegal, khususnya negara-negara Muslim,”ย kata juru bicara pemerintah Seydou Geuye dalam pernyataannya di TV nasional.

“Senegal tunduk kepada visi diplomatiknya. Sejak 1975, Senegal telah menjadi anggota Komite PBB tentang Penerapan Hak Rakyat Palestina yang Tidak Dapat Dihilangkan, “ย ujarnya.

Ditanya tentang penundaan semua program bantuan Israel di negara Afrika Barat ini, juru bicara pemerintah mengatakan bahwa pemerintah Senegal belum dikabari tentang keputusan tersebut.

Dia tidak bersedia mengomentari langkah Israel yang memanggil pulang duta besarnya.

Resolusi PBB tentang permukiman ilegal Israel disetujui Jumat lalu setelah AS memutuskan abstain.

Resolusi ini menjadi resolusi pertama PBB sejak 1979 yang mengecam Israel atas kebijakan permukimannya yang melanggar hukum internasional.

Pemungutan suara dilakukan setelah proses lobi intensif Israel yang melibatkan presiden terpilih AS Donald Trump untuk menggagalkan keluarnya resolusi tadi.

Pemungutan suara dilakukan atas permintaan Selandia Baru, Malaysia, Senegal dan Venezuela yang segera bertindak setelah Mesir menarik diri sebagai sponsor resolusi.

Setelah keluarnya resolusi, Israel memanggil para duta besarnya di Senegal dan Selandia Baru untuk konsultasi.

Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Venezuela dan Malaysia yang mensponsori resolusi.

Dalam bentuk protes lainnya, PM Benjamin Netanyahu juga memutuskan membatalkan kunjungan Menlu Senegal yang dijadwalkan dilakukan pada awal Januari.

Meskipun resolusi tidak memiliki sanksi, para pejabat Israel khawatir bahwa resolusiย ini akan mendorong kemungkinan kriminalisasi para petinggi Israel dalam Pengadilan Kejahatan Internasional.

Mereka juga takut karena akan mendorong beberapa negara untuk menerapkan sanksi kepada para pemukim dan produk-produknya di kawasan permukiman ilegal mereka.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *