Islamophobia: Siswa SD Inggris Diwawancarai Kenapa Berjilbab

Kantor pengawas untuk standar sekolah (OFsted) di Inggris akan mewawancarai murid -murid Muslim di sekolah dasar yang mengenakan jilbab. 
Langkah tersebut dilakukan untuk menangani keadaan yang dianggap sebagai seksualisasi anak-anak sekolah. 
Pengumuman tersebut disampaikan menyusul rekomendasi para inspektur, namun langkah ini belum masuk dalam manual resmi bagi para inspektur. Mereka diminta untuk mencatat respon murid-murid atas pertanyaan mengapa mereka memakai hijab ke sekolah. 
“Meskipun menghormati pilihan orang tua mereka untuk membesarkan anak-anak mereka menurut norma budaya mereka, namun menciptakan lingkungan dimana anak-anak SD diharapkan memakai jilbab dapat dianggap sebagai seksualisasi anak-anak gadis,” kata juru bicara para pengawas SD. 

“Untuk mengatasi keprihatinan ini dan sesuai dengan praktik kita sekarang dalam kaitannya menaksir apakah sekolah mempromosikan persamaaan untuk anak-anak mereka, para pengawasan akan berbicara dengan anak-anak yang memakai hijab untuk menegaskan mengapa mereka melakukan hal itu di sekolah,” katanya.

Juru bicara Inspektor sekolah bertemu dengan kelompok-kelompok anti hijab setelah survey yang dilakukan koran Sunday Times mendapati bahwa hampir seperlima dari 800 SD di 11 wilayah di Inggris memasukkan hijab sebagai bagian kebijakan berseragam mereka, pakaian pilihan.

Namun, Sekjen Organisasi Muslim Inggris (MCB) Harun Khan menanggapi langkah itu. 

“Ini benar-benar mengkhawatirkan bahwa Ofsted mengumumkan akan secara khusus menarget anak-anak perempuan Muslim yang memilih memakai jilbab,” katanya.

“Ini memberi pesan kepada semua perempuan Inggris yang mengenakan jilbab sebagai warga kelas dua, bahwa pada saat mereka bebas mengenakan jilbab, ada lembaga yang menganggap sebaliknya,” kritiknya.

“Ini mengecewakan jika menjadi kebijakan tanpa bahkan tanpa berkonsultasi dengan pelbagai suara arus utama Muslim atas topik ini,” tambahnya.

Khan mendesak “setiap orang tua atau anggota masyarakat yang punya keprihatinan terhadap kelompok-kelompok fundamentalis yang mempengaruhi sekolah atau melanggar hukum kesederajatan untuk membuat pengaduan ke sekolah.”

“Jika sekolah tidak bertindak atas pengaduan ini, maka dilaporkan ke Ofsted secara langsung,” tandasnya.

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *