Sopir Taksi Madinah Tolak Dibayar dan Beri Hadiah Penumpang

Omar Hajj

Saya adalah mahasiswa dari Inggris yang tinggal dan belajar di kota Nabi SAW, Madinah selama 5 tahun. Salah satu peristiwa penting yang mewarnai hidup saya sebagai mahasiswa ini adalah pengalaman dengan para sopir taksi. Hampir setiap kali saya memberhentikan taksi, ada selalu kisah aneh yang perlu diceritakan. Ini adalah salah satu diantaranya. 

Tidak seperti tempat-tempat lain, di Madinah anda hanya dapat menghentikan taksi dengan menunggu di jalan hingga ada mobil biasa berhenti utnuk anda. Tidak ada mobil yang bertanda taksi disini, setiap orang dapat berhenti untuk anda dan menurunkan anda dimana saja anda inginkan, sekalipun itu bukan profesinya. 

Saya menghentikan sebuah taksi pada suatu hari yang diawaki seorang sopir taksi yang tampak relijius dari Madinah dengan mengendari mobil GMC. Saya awalnya agak bingung karena biasanya mobil yang berhenti adalah mobil tua. Sopir mobil-mobil itu biasanya lebih membutuhkan uang ketimbang mobil yang bagus. Saya setuju  membayarnya 5 riyal untuk mengantar ke kos. Dia langsung saja setuju tanpa tawar menawar. Pada saat berkendara, saya sibuk menjawab pesan telpon, namun saya lihat dia mencoba berbicara dengan saya. Sayapun meletakkan telpon saya dan mulai bercakap dengannya. Segera dia tahu jika saya adalah mahasiswa, maka dia mendoakan dan memberi saya 4 buku besar mazhab Hanbali sebagai hadiah. 

Setiap kali bercakap, dia melihat saya dari kaca dan tersenyum. Ketika saya sampai tempat tujuan, saya memberinya 5 rilyal seperti telah disetujui namun dia mengembalikannya kepada saya sebagai hadiah. Nabi SAW memang tidak pernah menolak hadiah. Dia tampaknya sejak awal hendak memberikan tumpangan gratis kepada saya, namun tidak mau mengutarakannya).

Saya senang dengan kebaikannnya dan tahu bahwa orang-orang baik seperti itu masih ada. Ini seperti hadiah dari Allah. Saya katakan kepada dia bahwa saya baru saja berbicara dengan ibu saya sebelum bertemu dengan anda dan dia mendoakan saya agar bertemu dengan orang-orang baik dan kemungkinan anda adalah salah satunya. Dia kemudian mengingatkan saya untuk berlemah lembut kepada ibu anda dan ini menjadi jalan sukses. Dia mengutip contoh dari salaf dan para ulama di masa lalu tentang bagaimana memperlakukan ibu-ibu mereka. 

Dia menasehati saya, “Jika anda dapat membuat tersenyum ibumu, maka lakukanlah!.” Dia juga berbicara tentang kebaikan menjalankan amal tersembunyi dan selalu terhubung dengan Allah, berbagi cerita tentang kisah-kisah  menarik orang-orang yang dikenalnya. Dia ternyata anak dari salah seorang muazin terkenal di Masjid Haram selama lebih 50 tahun lalu -seorang yang dapat berbicara dalam 15 bahasa dan mengajar para muazin sekarang ini.

Semoga Allah membalas kebaikannya dan menambah orang-orang baik dalam kehidupan kita. 

Sumber:Ilmfeed

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *