Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/post-template.php on line 275

Strategi Anggaran Kesejahteraan AKP Turki dan Transformasi Suara

Anggaran kesejahteraan rakyat dalam APBN Turki meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, keadaan yang bertentangan dengan retorika pemerintah bahwa negara ini semakin kaya. Bagaimanapun, kesejahteraan di Turki dalam kenyataannya tidak hanya sekadar alat untuk mendukung kebutuhan rakyat miskin, namun juga menjadi instrumen pemerintah untuk menarik dan mengontrol pemilih. 

Menurut Menteri Keluarga dan Kebijakan Sosial Turki Fatma Betul Sayan Kaya, jumlah bantuan sosial kepada rakyat miskin mencapai 33,7 milyar lira pada 2016, meningkat dari 1,3 milyar lira pada 2002 pada saat awal AKP berkuasa.

Peningkatan yang tajam sebesar 2,492 persen tidak tertandingi oleh sektor lain, disamping pendidikan dan pengadilan. Bujet kementerian pendiidkan misalnya berkisar diatas 100 milyar lira, naik 900 persen dari 10 milyar lira pada 2002. Bagaimana kita menjelaskan peningkatan tersebut sektor bantuan sosial?

Para penerima manfaat akan melihat bantuan tersebut sebagai kemurahatian pemerintah yang berkuasa ketimbang dukungan institusional negara. Dengan demikian, bantuan sosial memiliki potensi yang tinggi menjadi dukungan suara. Dengan mendapatkan bantuan material dan keuangan selama bertahun-tahun, para pemilik suara merasa terpaksa untuk mendukung partai berkuasa ketika mereka memberikan suara, karena khawatir bahwa partai baru yang berkuasa akan menghentikan bantuan. 

Catatan ini menunjukkan bahwa jumlah penerima bantuan juga meningkat tajam. Jika penerima bantuan sosial pada 2014 berjumlah 13 juta, maka berdasarkan studi oleh Harian Haberturk angka tersebut meningkat hingga 15,5 juta pada 2016. Artinya bahhwa 2,5 juta rakyat masuk kedalam data baru dalam 2 tahun. 

Dana yang digelontorkan untuk bantuan kesejahteraan sosial selama 14 tahun telah digunakan untuk investasi produktif dalam rangka mengurangi pengangguran di negara dengan jumlah tentara yang semakin banyak menganggur. Seperlima penduduk telah begitu tergantung kepada bantuan pemerintah.

Tentu kedua belah pihak senang karena adanya ikatan ketergantungan dan terciptanya pandangan  bahwa naiknya partai baru akan berpotensi menghilangkan bantuan jika berkuasa. Mereka dulu mempertanyakan mengapa langkah yang serupa tidak ditempuh pemerintahan sebelum AKP. Maka tantangan terbesar partai oposisi seperti CHP adalah meredam kemarahan rakyat atas sepak terjang mereka sebelumnya. Dalam pemilu 2015, misalnya CHP tidak hanya berjanji mempertahankan semua bantuan tersebut jika berkuasa, namun juga berjanji memperluas bantuan kesejahteraan itu hingga 5 juta penerima manfaat lainnya. 

Dalam narasi AKP, peningkatan anggaran kesejahteraan tampak bertentangan dengan klaim sukses ekonomi mereka yang luar biasa. Selain menambah jutaan orang menerima bantuan pemerintah setiap tahunnya, AKP membanggakan diri karena telah memajukan ekonomi Turki dan meningkatkan lebih dari 3 kali lipat income perkapita rakyat. 

Selama debat parlemen pada penyusunan APBN 2015, misalnya, mantan PM Ahmed Davutoglu menawarkan daftar prestasi ambisius: “Kami telah meningkatkan kapasitas ekonomi Turki dari 230 milyar dollar menjadi 822 milyar dollar. Kami telah meningkatkannya menjadi 3.5 kali. Ketika kami berkuasa, angka kemiskinan ada di 4,2 dollar perhari dan 30 persen rakyat memiliki penghasilan dibawah itu. Sekarang, angka itu tinggal hanya 2,7 persen. Diluar itu telah bergerak dari garis kemiskinan menuju kelompok penghasilan menengah. Kami adalah diantara negara-negara dimana kelas menengah telah menguat secara signifikan. Menurut OECD, kami juga menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat dalam distribusi penghasilan.”

Dengan contaoh lain, wakil ketua AKP Cevdet Yilmaz tahun lalu mengatakan: “Ketika kami berkuasa, pendapatan perkapita adalah 3500 dollar. Kami telah meningkatkan 3 kali lipat GDP dan pendapatan perkapita mencapai 9000 dollar.” Pada Desember 2016, angka ini meningkat lebih dari 11 ribu berdasarkan metode penghitungan GDP yang diadopsi Ankara.

Beberapa pertanyaan tak pelak mencuat: Mengapa pemerintah memberikan bantuan sosial kepada 20 persen penduduk jika GDPnya sendiri meningkat tiga kali lipat dan hanya ada 2,7 persen penduduk dibawah garis kemiskinan? Siapa mereka yang mendapatkan manfaat atas anggaran sebesar 33 milyar lira pertahunnya? Apakah pemerintah memberikan bantuan sosial kepada rakyat yang tidak begitu membutuhkan? Apakah bantuan yang diterima berimplikasi atas dukungan suara?

Pertanyaan tersebut dapat beranak pinak, namun jawaban yang benar boleh jadi sulit dipastikan. Ada dua kemungkinan penjelasan disini: Pertama, Truki tidak benar-benar kaya dalam kenyataannya dan daya beli penduduk hari ini masih sama buruknya dengan apa yang terjadi pada 2002, atau pemerintah benar-benar mengurangi kemiskinan, namun secara sadar terus menambah bantuan sosial dengan harapan dapat diterjemahkan dalam bentuk dukungan suara.

Disepanjang sejarah Republik Turki, tidak ada pemerintah yang mengandalkan bantuan sosial sebagai daya tariknya yang terbesar. Uang yang digelontorkan dalam sektor ini belum pernah ada, termasuk bantuan keuangan atau barang, seperti makanan, pakaian dan batu bara. Pelbagai bantuan ini pula yang telah sukses diterjemahkan sebagai keuntungan suara, membantu kesuksesan AKP sehingga mampu bertahan selama lebih 14 tahun. Referendum konstitusi 16 April tidak lain dapat dibaca dalam konteks ini. 

Pihak oposisi kalah dan tidak dapat menawarkan konter strategi kecuali hanya berjanji memberikan bantuan lebih, yang tampaknya berdampak kecil sejauh ini. Pendeknya, kebijakan pemerintah untuk mendapatkan suara melalui bantuan kesejahteraan masih menjadi strategi belum ada alternatifnya di Turki. Hasilnya, suara jutaan rakyat Turki masih tetap bergantung kepada dukungan kesejahteraan pemerintah.

 

Sumber

Facebook Comments

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u692536656/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *