Supermarket di Paris Dipaksa Jual Babi dan Alkohol

‘Supermarket ‘Good Price’ di pinggrian kota Paris dipaksa menjual daging babi dan alkohol atau dipaksa tutup.

Pejabat lokal di pinggiran Colomber, Paris memaksa supermarket itu  menjual daging babi dan alkohol karena dianggap sesuai prinsip-prinsip Republik Perancis.

Pemerintah lokal sedang meminta pengadilan membatalkan ijin operasional supermarket yang seharusnya berlaku hingga 2019.

Solemane Yalcin, pemilik supermarket, menolak permintaan pemerintah dan mengatakan bahwa usahanya tidak melanggar ijin operasional. Yalcin mengajukan keberatan  dan kasus kini sedang diputuskan di pengadilan.

“Semua toko yang menjual alkohol menghadapi masalah keamanan,” tuturnya. “Sementara daging babi tidak laku dan menyebabkan kerugiaan.” Penolakannya juga dibuktikan dengan data penjualan sebelumnya.

Kasus Islamophobia di Perancis meningkat pasca serangan kelompok Daesh.

Yang terbaru, pemerintah kota di selatan Perancis melarang acara Fashion Burkini, yakni pertunjukan busana muslimah untuk kolam renang yang hanya boleh diikuti oleh  para wanita saja.

Pemerintah Perancis sejak lama melarang penggunaan hijab di kantor-kantor pemerintahan dan tempat pelayanan publik.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *