Trump Ancam Balas Abbas

Debkafile, laman Israel yang dekat dengan intelejen militer memberitakan bahwa pemerintah Trump telah memutuskan untuk mengambil tindakan hukuman terhadap otoritas Palestina setelah pemungutan suara di Sidang Umum PBB. 

Dalam laporannya pada 23 Desember, laman Israel ini yang mengutip sumbernya di Washington menyatakan bahwa Presiden Trump telah memutuskan untuk menghentikan kontak dan hubungannya dengan otoritas Palestina dan Presiden Mahmoud Abbas. 

Menurut Debkafile, rencana damai Israel Palestina-Israel yang yang sedang dipersiapkan di Washington tidak akan dikirimkan ke Ramallah, namun hanya ke Israel dan beberapa negara Arab. 

Laman Israel itu lebih lanjut melaporkan bahwa AS tidak akan mengumumankan pembekuan bantuannya kepada otoritas Palestina, namun AS akan menghentikan dan menunda proyek-proyek ekonomi yang didukung oleh AS. 

Presiden Trump juga memutuskan untuk tidak mengundang para pejabat Palestina ke Gedung Putih, Kemenlu dan Departemen Keuangan. Mereka juga tidak akan diundang ke Dewan Keamanan Nasional dimana sebelumnya diundang untuk menjadi narasumber dalam formulasi kebijakan AS di Timur Tengah. 

Menurut laman Israel: “AS tidak akan berhenti berkontribusi ke badan pengungsi PBB untuk Palestina sebesar 1 juta dollar pertahunnya dan akan memerintahkan kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk mengurangi bantuannya kepada otoritas.”

Meskipun tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun otoritas Palestina, laman Israel ini mengonfirmasi bahwa pejabat AS telah memberitahukan kepada Saeb Erekat, kepala negosiator Otoritas  Palestina tentang keputusan AS tersebut. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *