Trump ke Saudi: Akhiri Perselisihan Diplomatik dengan Qatar

Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Raja Salman Rabu kemarin dan mendesak “semua pihak yang terlibat  perselisihan dengan Qatar” untuk mendapatkan resolusi diplomatik dalam akhiri krisis yang terjadi diantara mereka,rilis Gedung Putih dalam pernyataannya.

Arab Saudi bersama Mesir, Bahrain dan UEA memberlakukan blokade kepada Qatar 5 Juni dan memotong semua hubungan transportasi dengan negara itu setelah dituduh mendukung terorisme dan memutus hubungan dengan Iran. 

Doha membantah tuduhan tersebut. Karena boikot tersebut, Qatar mencoba membangun hubungan diplomatik dan perdagangan dengan negara-negara di luar kawasan Teluk,

Qatar telah menerbangkan suplai makanan dari Turki dan Iran serta menggunakan rute perkapalan via Oman untuk mengangkut bahan-bahan bangunan. Hanya saja, tingkat hunia hotel di Qatar merosot drastis karena sumber turisme negara itu selama ini berasal dari para wisatawan Saudi dan sejak pemutusan hubungan diplomatik, mereka dilarang mengunjungi negara tersebut. 

Jakur udara yang diboikot oleh 4 negara merepresentasikan sekitar 25 persen penerbangan maskapai Qatar Airways, salah satu dari 3 maskapai besar di kawasan itu. 

Negara-negara itu membuta 13 tuntutan kepada Qatar -termasuk menutup pangkalan militer Turki dan jaringan TV Al Jazeera yang ditolak Doha. 

Pada akhirnya, tuntutan negara-negara tadi diturunkan menjadi 6 tuntutan yang tidak jelas tentang mengurangi pendanaan atas terorisme. 

Pada Juli, Rex Tillerson, Menlu AS mendesak negara-negara Arab untuk mencabut “blokade darat” atas Qatar, sembari mengatakan bahwa dirinya “puas” dengan upaya negara-negara Teluk untuk mengimplementasikan kesepakatan diantara mereka dalam memerangi terorisme.

Tillerson juga menandatangani kesepakatan untuk memerangi terorisme dengan Qatar. 

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *