Turki Tandai Peringatan 102 Tahun Pertempuran Gallipoli

“Setiap orang seharusnya mengambil pelajaran dari Perang Gallipoli dan “mempercauai generasi masa depan,” ujar menteri senior Turk, Nabi Avcii dalam peringatan 102 tahun pertempuran Gallipoli.

Pertempuan yang terjadi di provinsi Gallipoli ini menandai titik balik kekalahan pasukan sekutu melawan pasukan Turki dalam Perang Dunia I. 

“Perang Canakkale (Gallipoli) tidak hanya perjuangan untuk hidup, namun juga perjuangan kaum muda yang mati demi kehormatan dan kebajikan,” tandasnya. 

“Maka tugas kita sebagai bangsa untuk memaknai kemenangan Canakkale sebagai harga yang pantas,” tambahnya. 

Sementara Duta Besar Inggris untuk Turki, Richard Moore mengatakan bahwa perang Gallipoli adalah “medan dimana beberapa imperium yang tua bertempur dan jatuh, diatas itu kemudian berdiri beberapa negara baru.”

Berbicara atas nama mantan tentara sekutu dalam peringatan Gallipoli, Moore mengatakan dia “sangat terhormat untuk memperingati semua pihak yang mengorbankan nyawanya 1 abad yang lalu.”

“Disini 102 tahun lalu, negara-negara kita berperang satu sama lain, namun kini kita disini berdiri sebagai teman yang saling menghormati dan menghargai. Dan kemungkinan bahwa ini adalah pelajaran paling optimistik kita bahwa kita dapat menarik pelajaran dengan hati dan pikiran  yang terbuka bahwa musuh terberat kita kini menjadi teman sejati,” sambutnya.

 

 

 

Warisan Sejarah

Peristiwa yang mengarah kepada perang menentukan ini terjadi pada Februari 1915, ketika Inggris dan Perancis memutuskan menyerang Galipolli untuk meruntuhkan imperium Usmani dan jalan tercepatnya adalah menguasai ibukotanya, Istanbul.

Perang dimulai pada 18 Maret, hari yang diperingati sebagai Hari kemenangan Perang Laut Canakkale. Wilayah laut pada waktu itu dipenuhi dengan ranjau yang dipasang kapal-kapal Usmani. 

25 April, pasukan sekutu mendarat di pantai semenanjung Gallipoli. Pasukan tersebut merupakan bagian dari rencana operasi untuk membuka Selat Dardanella di pantai Aegea bagi armada angkatan laut sekutu agar dapat merebut Istanbul. 

Namun pasukan sekutu menghadapi perlawanan gigih dan gagah berani dari rakyat Turki dan upaya pendudukan tersebut gagal total. 

Puluhan ribu pasukan Turki tewas bersama puluhan ribu lainnya pasukan sekutu dari Eropa, ditambah sekitar 7000-8000 tentara Australia dan hampir 3000 pasukan Selandia Baru yang tergabung dalam pasukan sekutu Anzac.

Kemenangan rakyat Turki melawan pasukan sekutu semakin menambah moral pasukan Turki yang sebelumnya terdesak, berlanjut menjadi perang kemerdekaan antara 1919-1922 dan berujung berdirinya negara republik Turki pada 1923 dibawah puing-puing imperium Usmani. 

25 April juga diperingati sebagai hari Anzac oleh rakyat Australia dan Selandia Baru untuk mengingat para tentata mereka yang mengorbankan nyawa mereka seabad lalu. 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *