Turki Tuduh Jerman Dukung Kudeta yang Gagal Tahun Lalu

Turki baru saja menuduh Jerman telah mendukung jaringan ulama Muslim Turki yang bermukim di AS, Fethullah Hulen dalam kudeta yang gagal tahun lalu, pernyataan menimbulkan ketegangan diplomatik antara Ankara dan Berlin.

Kemarin, majalah Jerman Der Spiegel mempublikasikan wawancara dengan kepala badan intelejen Jerman BDN yang menyatakan Ankara gagal meyakinkan Berlin bahwa ulama yang berdomisili di AS untuk bertanggung jawab atas kudeta yang gagal.

“Turki mencoba meyakinkan kami pada setiap level, namun sejauh ini gagal,” kutip Bruno Kahl.

Juru bicara Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pernyataan Kahl menjadi bukti bahwa Jerman mendukung jaringan Gulen yang disebut Ankara sebagai “organisasi teroris Gulenis” atau “FETO”.

“Ini sebagai upaya untuk mengabaikan semua informasi yang kita berikan tetang FETO. Ini menjadi tanda dukungan mereka terhadap FETO,” tutur Kalin kepada CNN Turk.

“Mengapa mereka melindungi Gulenis? Karena ini adalah instrumen berharga yang digunakan Jerman untuk melawan Turki.”

Jerman dan Turki berada dalam perselisihan diplomatik setelah Berlin melarang beberapa menteri Turki berbicara dalam acara ekspatriat Turki menjelang referendum bulan depan dengan alasan masalah keamanan.

Kalin mengatakan ada kemungkinan Erdogan akan merencanakan acara di Jerman sebelum referendum 16 April tentang perubahan konstitusi, langkah yang akan memperkeruh ketegangan dengan Berlin.

Perubahan konstitusi akan memberi Erdogan dan presiden Turki kedepan memiliki kekuasaan yang lebih besar, membatasi masa 4 tahun menjadi 5 tahun memerintah. Para kritikus mengkritik referendum ini dalam rangka memberi kekuasaan terlalu banyak buat Erdogan, sementara para pendukungnya menegaskan langkah ini sebagai upaya untuk menciptakan Turki yang stabil, yang biasanya dalam sejarah sering dirusak oleh pertikaian dan gagalnya keputusan di parlemen.

Pemerintah Turki menyalahkan jaringan Gulen dalam kudeta militer yang gagal Juli tahun lalu, ketika sekelompok tentara merampas tank, helikopter dan pesawat perang untuk menyerang parlemen dan mencoba menggulingkan pemerintah. Lebih dari 240 orang tewas dalam kudeta tersebut.

Gulen adalah mantan sekutu Erdogan yang tinggal di pengasingan AS sejak 1999 yang menolak keras tuduhan berada di balik kudeta. Kecaman Gulen atas kudeta dilihat Ankara sebagai upaya mengalihkan isu perihal keterkaitannya atas kudeta.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *