Ulama Dunia Serukan Perlawanan Rakyat Bela Masjid Al Aqsha

Organisasi ulama dunia (IUMS) yang berbasis di Doha Rabu menyerukan “perlawanan Muslim-Arab” setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Kami menyerukan demonstrasi di seluruh kawasan dalam beberapa hari kedepan untuk menunjukkan solidaritas dengan Yerusalem dan perjuangan Palestina.

“Aksi protes dilakukan dalam kerangka perlawanan rakyat untuk kepentingan Masjid al Aqsha di Yerusalem,” rilis pernyataan. 

IUMS menggambarkan keputusan AS sebagai “langkah provokatif yang dapat mendorong kawasan ke jurang neraka.”

“Langkah yang akan mendorong Palestina, Arab dan Muslim mempertahankan kota suci dengan segala cara.”

Ahmed al-Tayeb, Syeikh Al Azhar menyerukan diselenggarakan konferensi internasional pada Januari untuk membahas nasib Yerusalem. 

Hamas Serukan Intifadha

Hamas menyerukan intifadha baru untuk melawan keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. 

Ketua Hamas, Ismail Haniyeh menyerukan semua rakyat Palestina untuk turun ke jalan  dan memulai protes “melancarkan intifadha melawan musuh Zionis”.

Haniyeh mengatakan: “Mari pada 8 Desember (hari ini) menjadi hari pertama intifadha melawan penjajah.”

Intifadha sebelumnya dua kali pecah. Pertama pada 1987 setelah truk militer Israel menewaskan 4 warga Palestina dan berakhir dengan penandatanganan kesepakatan Oslo. Intifadha kedua terjadi pada 2000 ketika pemimpin sayap kanan Israel Ariel Sharon secara provokatif mengunjungi Masjd Al Aqsha dan berakhir pada 2005 dengan penarikan mundur Israel dari Jalur Gaza. 

Haniyeh juga mendesak Abbas untuk mundur dari proses damai dan memboikot pemerintahan Trump karena “kesepakatan damai telah dikubur selamanya dan tidak ada partner yang fair untuk Palestina dalam perdamaian,” tandasnya.

Sementara, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan perlawanan bersenjata menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. 

Kedua tokoh Palestina, baik Haniyeh maupun Abbas mengaku telah kehilangan harapan AS sebagai juru damai yang adil. 

Abbas dalam pernyataannya mengatakan bahwa “ini menjadi momen bersejarah dimana kita harus bertindak. AS tidak dapat lagi menjadi sponsor diplomatik dan perdamaian karena keputusannya yang mendorong penjajahan, pembangunan permukiman ilegal dan mengirim pesan bahwa solusi dua negara telah berakhir.”

Otoritas Palestina menutup sekolah dan toko di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai bentuk protes keputusan Trump. Listrik yang menerangi makam mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat dimatikan dan walikota Bethlehem memerintahkan warga Kristen untuk mematikan lampu. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *