Warga Palestina Dilarang Masuk Masjid Aqsha Selama Liburan Keagamaan Yahudi

Polisi Israel melarang 23 penduduk Palestina masuk kompleks Masjid al Aqsha selama liburan keagamaan Yahudi.

“Dalam 2 hari, polisi Israel melarang 23 warga Palestina masuk komplek Masjid al Aqsha dari dua hingga 3 bulan,” ungkap Nasser Qaes, Direktur Masyarakat Tahanan Palestina.

“Kebanyakan mereka yang dilarang berasal dari penduduk kota tua Yerusalem,” tukasnya.

Pelarangan tersebut, ungkap ย Qaes, “karena berbarengan dengan hari libur Yahudi karena kelompok ekstrimis Yahudi menyerukan para pengikutnya untuk berkumpul di Al Aqsha.”

Dalam pernyataannya, juru bicara kepolisian Israel ย Luba al Samri mengatakan bahwa warga Palestina dilarang masuk ke wilayah kompleks Al Aqsha karena dianggap akan menganggu ketertiban umum selama hari libur tersebut.

Polisi Israel sering mengijinkanย para ekstrimis Yahudi masuk ke kompleks Masjid Al Aqsha dalam jumlah besar sehingga berujung kepada bentrokan dengan kaum Muslimin Palestina.

Bagi Muslim, Al Aqsha merupakan tempat suci ketiga umat Islam. Yahudi sementara itu menganggap tempat itu sebagai “kuil kuno” Yahudi.

Beberapa kelompok ekstrimis Yahudi menyerukan penghancuran Masjid Al Aqsha sehingga kuil Yahudi dapat dibangun diatasnya.

Pada September 2000, kunjungan ke tempat suci umat Islam oleh politisi Israel Ariel Sharon memantik perlawanan rakyat Palestina yang disebut “Intifadha Kedua”, yang menewaskan ribuan rakyat Palestina.

Israel menduduki Yerusalem Timur, dimana Al Aqsha berada selama Perang 1967. Kemudian negara Zionis tersebut mencaplok seluru kota pada 1980 dan secara sepihak mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *