Yakin Setya Novanto Jadi Tersangka, Internal Golkar Dorong Munaslub

Partai Golkar kembali bergejolak. Bahkan di internal partai berlambang beringin tersebut tengah mewacanakan kembal digelarnya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). Rencana itu dilandasi lantaran ketua umumnya, Setya Novanto terseret kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP.

Apalagi menurut Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Partai Golkar, Yorrys Raweyai, perkembangan terkahir dari kasus tersebut hampir terbuka secara transparan siapa saja yang terlibat.

“Jadi kita sudah tidak usah membangun suatu alibi azas praduga tidak bersalah,” ujarnya di sela-sela acara diskusi di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta, Senin (24/4).

Yorrys Raweyai mengatakan, penyelenggaraan Munaslub tidak akan sulit, mengingat ada pelanggaran yang dibuat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanta. Hal itu berbeda dengan konflik internal dua tahun lalu antara kepengurusan Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono.

“Inikan tidak sulit karena memang ketua umum hampir pasti menjadi tersangka dengan kasus ini. Ini kita harus pahami sekarang sudah pencekalan,” tegas Yorrys.

Dia mengaku sengaja mewacanakan Munaslub kendatipun Novanto belum ditetapkan menjadi tersangka. Untuk itu, kini pihaknya sudah memulai melakukan konsolidasi kepada seluruh stakeholder partai. Baik dari Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan, DPP, DPD tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Organisasi Masyarakat dan sayap partai.

“Kita sudah harus mulai wacanakan itu. Kita coba konsolidasi terus dari waktu ke waktu untuk memersiapkan. Dari pada nanti kita responsif, reaktif, setelah terjadi baru kita ribut kiri kanan,” tuturnya.

Bahkan Munaslub ini diperkirakan akan berlangsung sebelum Agustus mendatang. Tujuan dari waktu itu, karena pada Agustus sudah dilakukan proses verifikasi faktual untuk parpol yang akan mengikuti Pemilu 2019. “Sementara Juni ini sudah mulai pendaftaran pilkada,” imbuhmya.

Nah, di sini Yoryys menyadari ada kader partai yang menolak adanya munaslub. Untuk itu dia mengajak kader partai berlambang pohon beringin itu melihat wacana ini secara arif dan bijaksana. Sebab munaslub itu dipicu dari kesalahan yang dibuat ketua umum. “Inikan karena ada salah, kasus korupsi lagi,” sindirnya.

 

Sumber

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *