PM Israel Tolak Bertemu Menlunya, Jerman Tegaskan Sikapnya

PM Israel Benjamin Netanyahu menolak bertemu dengan Menlu Jerman Sigmar Gabriel karena berniat bertemu dengan kelompok HAM dalam kunjungannya. 

“Pertemuan dibatalkan,” ungkap juru bicara Netanyahu.

“Bayangkan jika diplomat asing yang berkunjung AS atau Inggris bertemu dengan LSM yang menyebut prajurit AS atau Inggris itu kriminal perang. Para pemimpin negara-negara itu pasti tidak terima.”

Gabriel menyebut keputusan tersebut “tidak baik” dan menyatakan dia sanga terkejut karena dia pada dasarnya dia memiliki hubungan yang terbuka dengan Netanyahu, meski demikian tidak menganggap tindakan Netanyahu itu sebagai “akhir hubungan diplomatik dua negara.”

“Saya sangat menyesalkan dan saya akan katakan secara terbuka bahwa kita bukan pemain politik untuk politik domestik Israel. Namun hal ini bukanlah bencana. Ada kesempatan lain untuk bertemu di tempat lain. Kami harus mendinginkan suasana.”

Senin kemarin, seorang pejabat senior Israel mengatakan bahwa Netanyahu tidak akan bertemu dengan Gabriel jika dia tetap ingin bertemu dengan kelompok HAM Israel, Breaking the Silence.

Organisasi HAM ini sering mengkritik kebijakan pemerintah Israel di wilayah pendudukan dengan cara mengumpulkan pernyataan dari para veteran tentara Israel tentang perlakuan mereka terhadap rakyat Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat. 

Dalam pertemuannya dengan Presiden Israel Reuven Rivlin, Gabriel mengatakan; “Anda yakin kami berkomitmen dengan persahabatan ini, persahabatan dan hubungan spesial dengan Israel tidak akan berubah karena tindakan ini.”

Juru bicara Netanyahu juga mengesampingkan dampak dari tindakan ini. “Hubungan kita dengan Jerman sangat penting dan tidak akan terpengaruh.”

Jerman Punya Sikap Berbeda dengan Israel

Jerman mempunyai “perbedaan yang mendalam” dengan Israel dalam konfliknya dengan Palestina, ungkap Ketua Komite Lura Negeri Parlemen Jerman, Dr Norbert Rottgen. 

Rottgen menandaskan bahwa tidak adanya solusi dengan Palestina akan menjadi ancaman jangka panjang bagi Israel. 

“Tidak cukup bagi Israel untuk mengandalkan tentara untuk menjamin keamanannya.”

Menlu Jerman Sigmar Gabriel dijadwalkan akan bertemu dengan PM Israel hari ini. 

Dalam pernyataannya, Grabriel menekankan:

“Berkaitan dengan konflik Timur Tengah, solidaritas kita dengan Isral juga berarti menjamin bahwa Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dalam kehormatan dan perdamaian…hanya dengan solusi dua negara saja, perdamaian dapat terjamin. 

Juru bicara kementerian luar negeri Jerman, Martin Schaefer menyatakan: “Kami tidak percaya bahwa situasi sekarang ini dapat bertahan. Kami pikir penting untuk membuat cara lain untuk menghidupkan kembali pembicaraan dalam kerangka proses perdamaian Timur Tengah.

PM Netanyahu mengancam akan membatalkan pertemuannya dengan Menlu Jerman, jika Gabriel bersikeras bertemu dengan kelompok HAM “Breaking the Silence” (Pecahkan kebungkaman) di Israel. Gabriel menyebut ancaman Netanyahu patut disesalkan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *