6 Ilmuwan Andalusia yang Patut Anda Ketahui

Ketika kita membicarakan tentang Andalusia, pikiran kita langsung tertuju kepada era keemasan Islam, dimana peradaban Islam dan bagaimana Andalusia menjadi salah satu kunci paling penting dalam sejarah kemajuan ilmu dan teknologi.

Penduduk Andalusia baik pria dan perempuan melakukan upaya di sepanjang 800 tahun untuk membangkitkan kesadaran dan semangat kemanusiaan. Nama-nama gemilang seperti Ibnu Rusyd, Al Zahrawi, Ibnu Tufayl, Abbas Inbu Firnas, Ibnu Bajjah dan banyak intelektual Muslim lainnya menundukkan dan mengharumkan dunia. Namun bagaimana kontribusi para intelektual lainnya yang jarang kita ketahui namanya di Andalusia?

Berikut ini beberapa nama ilmuwan Andalusia yang jarang kita dengar namanya:

1. Abu Bakar Muhammad Ibn Al Walid at Turtushi:

Dilahirkan di Tortoso, at Turtushi adalah salah satu filosof politik yang paling terkenal di Andalusia pada abad 12. Karyanya “Kitab Sirajul Muluk” (Lampu-Lampu Raja) adalah salah satu karya paling penting yang pernah ada di abad pertengahan yang membahas tentang filsafat politik.

 2. Ali Ibn Hazm al-Andalusi:

Ibn Hazm adalah ulama, penyair, politisi, pengacara, geneologis, sejarawan, filosof, ahli bahasa Arab, Yahudi dan Syriac dari Kordoba. Dia menulis tema tentang logika, hubungan antara suara dan kecepatan. Dia menggambarkan hal ini dengan menggunakan “suara gema” dari Masjid Kordoba dan juga mengacu kepada waktu selang antara cahaya petir dan guntur. Ibnu Hazam mempelajari Al Qur’an, Injil dan Taurat. Dia banyak berdebat dengan para ulama, pendeta Kristen dan para rabi Yahudi. Dia dianggap sebagai “Bapak studi perbandingan agama”.  Ibnu Hazam mengonfirmasi 500 tahun sebelum Galileo bahwa bumi itu bulat dan dibuktikannya dengan ayat-ayat Al Qur’an. Dia juga menjabat sebagai perdana menteri pada dinasti Umayyah di Cordoba. Salah satu karyanya adalah “Cincin Merpati” sebuah tulisan tentang cinta dan orang yang dicintai dengan pendekatan filsafat dan psikologi. Eropa abad pertengahan banyak belajar dari buku ini dan masih dianggap sebagai salah satu karya terbaik di dunia tentang pandangan cinta dan yang dicintai dengan cara yang murni.

3. Ibn Razin al-Tujibi:

Al-Tujibi adalah ilmuwan, pengacara, penyair dan pakar makanan terkenal dari Murcia, Andalusia. Dia menulis beberapa karya ilmiah tentang buku memasak yang berjudul “Pengaturan Meja dan Jenis Terbaik Makanan Siap Saji“. Disamping karya tentang masakan Andalusia dan Afrika Utara berikut rempah-rempahnya, dia juga menulis tentang penggunaan perkakas masak yang tepat (keuntungan dan kerugiannya) dan menyusun nama-nama rempah dan resep dalam urutan abjad dengan penjelasan kemanfaatan bagi tubuh manusia. Beberapa rempah tidak dikenal di Eropa hingga bukunya populer disana. 

4. Abu al-Hassan ibn Ali al Qalasadi:

Abu al-Hassan ibn Ali al Qalasadi adalah pakar matematika, filosof, dokter dan juga ulama mazhab Maliki dari Baza dekat Granada pada abad 13. Dia adalah pendiri simbol standar aljabar yang masih digunakan hingga kini. Dia dikenal sebagai salah satu pakar matemetika terkenal yang memperkenalkan notasi dan simbol aljabar . Dia memperkenalkan simbol matematika dengan menggunakan huruf alfabet Arab. Dia juga menjadi orang pertama yang memperkenalkan huruf “x” dalam matematika. Dia menulis buku yang menerangkan peran aljabar dalam puisi Arab. Karyanya memiliki dampak besar kepada para ahli matematika Eropa serta mendorong evolusi dan revolusi dalam dunia matematika. 

5. Loubna al Qortobiya:

Ilmuwan perempuan dan sekretaris khalifah di Kordoba pada abad 10. Dia adalah salah satu tokoh penting di istana dua khalifah (Abdurrahman III dan kemudian anaknya, Al Hakam II). Dia adalah seorang intelektual yang mempunyai kecakapan dalam puisi, tata bahasa dan kaligrafi Arab serta menyukai matematika. Dia menerjemahkan beberapa buku dan manuskrip sains kedalam bahasa Arab. Dia adalah orang penting dibalik pendirian perpustakaan terkenal Madinah al Zahra sehingga ditunjuk oleh para khalifah untuk mengelola perpustakaan tersebut.

6. Maslama al-Majriti and his daughter Fatima al-Majritia:

Maslama adalah pakar matematika Andalusia pada abad 10. Mereka menyebutnya sebagai imam matematika di Andalusia. Selain itu, juha seorang astronom, ahli kimia dan menulis tentang ekonomi di Andalusia. Dia juga seorang pakar masa depan yang memprediksikan proses perubahan sains dan bangkitnya jaringan komunikasi sains. Dia mendirikan sekolah astronomi dan matemarika serta melakukan riset sains yang terorganisir di Andalusia. Dia memperkenalkan dan memperbaiki tabel astronomi Al Khwarizmi. Bekerja dengan anaknya Fatimah, dia menggani kalender era Persia dengan sistem Islam, Hijriyah. Karena sistem dan cara penghitungannya ini, maka Kordoba bangkit menjadi pusat dunia. Dia memperkenalkan teknik investigasi dan triangulasi. Anaknya, Fatimah memiliki kontribusi dalam pengembangan astronomi. Dia menulis buku terkenal tentang peta dunia. Maslamah dan Fatimah juga bekerjasama dalam menghitung jarak matahari, bulan, dan planet serta menyusun kalender fenomena astronomi, penghitungan terbit dan gerhana bulan. 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *