pemimpin Oposisi Malaysia Didakwa Korupsi

Pengadilan atas kritikus PM Malaysia, Najib Razak, Lim Guan Eng menjadi pukulan bagi kelompok oposisi yang kini terbelah. Banyak yang menuduh jika kasus hukum ini bermuatan politik.

Liam Guan Eng, yang vokal menuntut Najib menjelaskan skandal keuangan yang mendera pemerintahanny,a kini muncul di pengadilan tinggi di negara bagian Penang sebagai pesakitan.

“Saya baik-baik saja”, ujarnya sambil tersenyum sesaat tiba di pengadilan. Dia mengaku tidak bersalah dan dibebaskan dengan jaminan.

Dia terancam hukuman 20 tahun penjara dan dijadwalkan  hadir kembali di pengadilan pada 22 September untuk mendengarkan vonis.

Lim, 55 tahun, pemimpin partai oposisi DAP  dan pernah menjabat Menteri Besar negara bagian Penang sejak 2008  diadili dengan dua dakwaan penyalahgunaan kekuasaan.

Komisi Anti Rasuah Malaysia (MACC), yang menahan Lim pada Rabu, mengatakan bahwa salah satu dakwaan berkaitan dengan pengalihan tidak semestinya penggunaan lahan publik untuk pembangunan.

Sementara dakwaan lainnya berhubungan dengan pembelian rumah Lim  dibawah harga pasar.

Dibawah kepemimpinannya, Lim meluncurkan  kampanye anti korupsi di pemerintahan dan banyak memberikan pengaruh  di negara bagian terkaya kedua di Malaysia.

Jaksa, Muhammad Apandi Ali, yang membebaskan Najib dari dugaan penyelewangan dana investasi IMDB (1 Malaysia Development Berhad) ditunjuk menjadi penuntut umum kasus Lim.

Dakwaan atas Lim muncul setelah Najib sebelumnya terguncang kasus diatas setahun lalu.

Kalangan oposisi menuduh Najib berada di belakang dakwaan atas Lim, dan melakukan serangan politik untuk memperkuat posisi politiknya. Najib merencanakan pemilu sela tahun depan, setahun lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Sebelumnya, Najib dituduh menggelapkan dana badan investasi pemerintah yang pernah didirikan. Tuduhan mengemuka setelah ditemukan uang sebesar 681 juta dollar dalam rekening pribadi pada 2013.

Namun, Najib dan 1MDB membantah semua tuduhan tersebut.

Januari lalu, Apandi menghentikan penyelidikan suap,  membebaskan najib dari tuduhan dan mengatakan tidak adanya pelanggaran hukum yang dilakukan PM.

 

 

Oposisi  tiga partai  (PAS, DAP dan Partai Keadilan) Malaysia terpecah sejak mantan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dipenjara atas tuduhan sodomi tahun lalu.

Koalisi oposisi, Pakatan Rakyat yang sebelumnya memang tidak solid.

DAP, partai etnik China, tahun lalu menyatakan bahwa koalisi (oposisi) telah bubar, pernyataan yang dibantah PAS (Partai Islam se-Malaysia), meskipun pada praktiknya hubungan dengan DAP sudah tidak efektif.

Sementara, Partai Keadilan mencoba ditengah, namun tidak mampu menyatukan kedua partnernya yang tengah berseru.

 

 

Sumber; al Ahram

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *